Vietnam dan Filipina Berada di Kelas yang Sama dengan Indonesia
Sejajar dengan Indonesia – Pada 6 Juli 2024, laporan terbaru dari Bank Dunia mengungkapkan bahwa Vietnam dan Filipina kini masuk ke kategori negara berpendapatan menengah atas (Upper Middle Income), sejajar dengan Indonesia. Perubahan ini ditentukan berdasarkan peningkatan pendapatan nasional bruto yang mencapai ambang batas USD 4.636 per kapita, sesuai dengan kriteria yang digunakan oleh lembaga tersebut. Klasifikasi ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi kedua negara, yang selama beberapa dekade dulu berada di kelas yang berbeda.
Perubahan Status Ekonomi: Tren yang Terus Berlanjut
Vietnam, yang sebelumnya berada dalam kategori menengah bawah sejak 2009, berhasil menembus batas ke level menengah atas setelah menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen dalam beberapa tahun terakhir. Sementara Filipina, yang selama 1980-an termasuk dalam kelas rendah, juga menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan pertumbuhan ekonomi tahunan rata-rata sebesar 5,8 persen. Kedua negara ini kini berada di jalur yang sama dengan Indonesia, yang juga mengalami kenaikan pendapatan nasional bruto mencapai 10 persen per tahun selama 2021-2025.
“Peningkatan pendapatan nasional bruto mencapai 10 persen per tahun pada 2021-2025,” tulis Bank Dunia dalam laporan yang dirilis pada Senin (6/7).
Berkat kebijakan pemerintah yang terus mengadopsi strategi pembangunan inklusif, Vietnam berhasil memperkuat sektor ekspornya, terutama di bidang tekstil, pertanian, dan manufaktur. Sementara Filipina, yang mengandalkan pertumbuhan di bidang pariwisata, teknologi, dan pelayanan jasa, juga menunjukkan peningkatan kualitas infrastruktur dan investasi asing. Kedua negara ini telah mencapai titik di mana pendapatan per kapita mencapai USD 4.970 (Vietnam) dan USD 4.850 (Filipina) pada 2025, yang menjadikan mereka sejajar dengan Indonesia.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Vietnam dan Filipina tidak hanya terjadi karena peningkatan volume ekspor, tetapi juga akibat diversifikasi sektor-sektor utama. Di Vietnam, investasi dalam teknologi dan ekspor ke pasar global membantu menekan inflasi serta meningkatkan produktivitas. Sementara Filipina mengandalkan pertumbuhan sektor teknologi dan sektor layanan, seperti informasi dan komunikasi, serta penguatan pertanian melalui modernisasi. Faktor-faktor ini menjadikan keduanya mampu berada di kelas yang sama dengan Indonesia, yang juga mengandalkan keberagaman sektor ekonomi untuk menggerakkan pertumbuhan.
Bank Dunia menegaskan bahwa kenaikan kelas ekonomi ini adalah indikator keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam laporannya, lembaga tersebut mencatat bahwa jumlah negara berpendapatan rendah global telah berkurang dari 30 persen pada 1987 menjadi 11 persen saat ini, menunjukkan pergeseran struktur ekonomi dunia yang signifikan. Vietnam dan Filipina menjadi dua dari tiga negara yang mengalami peningkatan status ekonomi dalam kategori menengah atas, bersama dengan Yordania.
Kenaikan status ekonomi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita, tetapi juga pada peningkatan akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Di Vietnam, investasi dalam transportasi dan teknologi informasi mempercepat proses industrialisasi, sementara di Filipina, pemerintah memfokuskan pembangunan di daerah terpencil untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Kedua negara ini kini dianggap sebagai contoh sukses dalam mengubah struktur ekonomi dan mendekati standar kesejahteraan yang lebih tinggi, seperti Indonesia.
Sementara itu, beberapa negara lain seperti Togo mengalami penurunan kelas ekonomi, berpindah dari kategori rendah ke menengah bawah. Perubahan ini mencerminkan dinamika global yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas jangka panjang. Sejajar dengan Indonesia, Vietnam dan Filipina menunjukkan kemampuan untuk mengatur kebijakan fiskal dan moneter secara efektif, serta menarik investasi asing untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan laporan Bank Dunia, klasifikasi ekonomi tahunan yang dirilis pada 2027 akan menetapkan ambang batas baru. Negara berpendapatan rendah dianggap sebagai negara dengan pendapatan per kapita di bawah USD 1.175, sementara negara menengah atas berada di kisaran USD 4.636 hingga USD 13.065. Dengan pendapatan per kapita mereka pada 2025, Vietnam dan Filipina memperlihatkan potensi untuk terus berada di kelas menengah atas, serta menjadi bagian dari kelompok negara yang sedang berkembang secara signifikan. Kedua negara ini kini dianggap sebagai kekuatan ekonomi baru yang sejajar dengan Indonesia dalam hal kemajuan pembangunan.
