FIFA Pertimbangkan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim
Historic Moment – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sedang mempertimbangkan langkah besar untuk mengubah format Piala Dunia menjadi kompetisi yang melibatkan 64 tim nasional. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa perluasan jumlah peserta akan menjadi momen sejarah dalam sejarah sepak bola global, karena memperluas akses bagi negara-negara yang sebelumnya sulit meraih kesempatan ikut serta. Ia menekankan bahwa keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan menjadikan Piala Dunia sebagai ajang yang lebih inklusif, mencerminkan dinamika olahraga ini di berbagai belahan dunia.
Langkah Awal Setelah Turnamen 2022
Infantino menyatakan bahwa perubahan ini akan diproses setelah Piala Dunia 2022 berakhir, dengan tujuan mengevaluasi dampak dari format 48 tim yang diterapkan pada edisi 2026. Ia menekankan bahwa globalisasi adalah faktor utama yang mendorong penyesuaian struktur turnamen, sehingga tidak hanya fokus pada Eropa dan Amerika Selatan, tapi juga mencakup Afrika, Asia, serta Oceania. “Ini adalah kesempatan sejarah untuk melibatkan lebih banyak negara, sehingga sepak bola bisa tumbuh di semua kontinent,” kata Infantino, seperti dilaporkan oleh media Swiss, Bluewin, pada Minggu (12/7).
Penambahan jumlah tim ke 64 dipandang sebagai peningkatan signifikan dari format sebelumnya. Dalam Piala Dunia 2022, yang terdiri dari 32 tim, hanya sekitar 15-20 negara yang secara langsung terlibat dalam babak grup. Dengan 64 tim, seluruh anggota FIFA, yang total mencapai 211 negara, bisa memiliki harapan lebih besar untuk mengikuti kompetisi tersebut. Meski demikian, Infantino juga menyebutkan bahwa perubahan ini tidak akan mengurangi kualitas pertandingan, karena sistem pertandingan akan tetap dipertahankan agar tetap menarik bagi penonton.
Hasil Piala Dunia 2026 Sebagai Dasar Pertimbangan
Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, menjadi uji coba awal untuk memperluas jumlah tim. Format 48 tim itu menunjukkan bahwa pertandingan antar-negara bisa tetap dinamis meski jumlah peserta lebih banyak. Dalam kompetisi tersebut, kualifikasi dan peringkat ketiga terbaik menjadi penyaring untuk memasukkan tim-tim dari konfederasi yang kurang berpengaruh. “Hasil Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa sistem ini berhasil menciptakan kompetisi yang lebih seimbang, dan ini menjadi moment sejarah dalam membuka jalan bagi format 64 tim,” ujar Infantino, seperti dikutip Sky Sports.
Kehadiran tim dari Afrika, Asia, dan Oceania dalam Piala Dunia 2026 menjadi penanda penting. Dalam babak penyisihan grup, sembilan dari sepuluh tim Afrika berhasil mencapai fase gugur, menunjukkan kesiapan mereka. Sementara itu, tim Asia dan Oceania juga menunjukkan peningkatan performa, meski belum sekuat Eropa atau Amerika Selatan. Ini menjadi dasar bagi FIFA untuk mengusulkan peningkatan jumlah peserta hingga 64 tim, yang diharapkan bisa memperkuat daya tarik turnamen di seluruh dunia.
“Pertandingan dengan 48 tim telah menunjukkan bahwa semua negara bisa merasa termasuk. Ini adalah momen sejarah, dan kami ingin melanjutkan evolusi ini untuk Piala Dunia 2030,” kata Infantino, sebagaimana dilaporkan oleh portal berita internasional.
Impak pada Partisipasi Global dan Keseimbangan Kompetisi
Perluasan peserta ke 64 tim diharapkan akan mengurangi dominasi negara-negara besar seperti Argentina, Brazil, dan Inggris, sekaligus memberikan ruang bagi tim-tim dari daerah yang sebelumnya kurang meraih perhatian. Dalam format yang diperkirakan, setiap kontinent akan memiliki jumlah peserta yang lebih merata, sehingga memicu pertumbuhan sepak bola di semua wilayah. Hal ini juga bisa meningkatkan minat penonton di Afrika dan Asia, yang membutuhkan kesempatan lebih besar untuk melihat tim mereka berlaga di babak final.
Infantino menjelaskan bahwa sistem kualifikasi dan pembagian grup akan disesuaikan agar tidak ada negara yang merasa terabaikan. Piala Dunia 2030 akan mengadopsi struktur yang lebih kompleks, namun tetap mempertahankan esensi kompetisi global. Dengan jumlah tim yang lebih besar, FIFA juga berharap bisa menciptakan pertandingan yang lebih menarik secara strategis, karena pertandingan antar-negara akan lebih banyak dan dinamis. “Kami ingin memastikan bahwa Piala Dunia menjadi ruang untuk semua negara, bukan hanya sebagian kecil dari konfederasi besar,” tutupnya.
Dengan perubahan ini, Piala Dunia 2030 akan menjadi salah satu event olahraga paling bersejarah dalam sejarah FIFA, karena menggabungkan inovasi dan inklusivitas. Meski ada tantangan logistik, seperti jumlah stadion dan jadwal pertandingan yang harus disesuaikan, Infantino yakin bahwa keberhasilan Piala Dunia 2026 memberikan dasar kuat untuk mewujudkan langkah ini. Ini adalah moment sejarah yang menandai transformasi sepak bola menjadi olahraga yang lebih representatif dan global. Dengan 64 tim, FIFA tidak hanya memperluas lingkup partisipasi, tapi juga meningkatkan daya tarik dan dampak sosial kompetisi tersebut di seluruh dunia.
