Special Plan Pemkot Surabaya: Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA
Komitmen Pemerintah Kota untuk Meningkatkan Akses Pendidikan
Special Plan yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadi bagian dari upaya memastikan semua siswa SMA/SMK/MA sederajat tidak kehilangan akses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Dalam tahun ajaran 2026/2027, program ini menjangkau sebanyak 7.380 pelajar dari keluarga miskin, prasejahtera, anak yatim, dan piatu, serta warga berada di desil kesejahteraan 1 hingga 5 sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025. Bantuan pendidikan ini dirancang untuk mengurangi beban biaya sekolah dan mendorong partisipasi pendidikan yang lebih luas.
Kebijakan Special Plan mencakup pemberian perlengkapan sekolah seperti seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki. Selain itu, siswa yang menempuh pendidikan di lembaga swasta mendapatkan dana bantuan sebesar Rp350 ribu per bulan. Program ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan kesenjangan pendidikan di tengah kenaikan biaya operasional sekolah. Dengan Special Plan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada siswa dari latar belakang ekonomi lemah.
Penyaluran Bantuan Berbasis Kondisi Sosial Ekonomi
Distribusi bantuan pendidikan dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Gelanggang Remaja Surabaya pada Jumat (10/7/2026). Acara tersebut menyasar 7.380 siswa yang memperoleh paket seragam dan perlengkapan sekolah.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Special Plan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII agar mereka tetap memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menambah semangat belajar anak-anak,”
ujar Eri Cahyadi.
Program Special Plan menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat yang berbeda. Selama penerima bantuan memenuhi kriteria desil 1 hingga 5, mereka akan tetap mendapatkan manfaat sesuai kebutuhan.
“Kami tidak menetapkan kuota. Bantuan diberikan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5. Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran,”
tambah Eri Cahyadi.
Gratiskan Pendidikan di Sekolah Negeri untuk Mendukung Special Plan
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa sekolah negeri di Surabaya tidak lagi diperbolehkan mengenakan pungutan dalam bentuk apa pun. Kebijakan ini berlaku seiring adanya keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menggratiskan pendidikan di institusi negeri. Dengan meniadakan biaya sekolah di lembaga negeri, Pemkot Surabaya memastikan semua siswa memiliki akses yang sama, terutama bagi yang kurang mampu.
Bagi siswa dari desil 1 hingga 5 yang belajar di lembaga swasta, Special Plan tetap memberikan dukungan keuangan sebesar Rp350 ribu per bulan. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk menekan pungutan di kalangan pelajar dari latar belakang ekonomi lemah. Dengan biaya bantuan yang tetap, para siswa bisa fokus pada proses belajar mengajar tanpa terbebani oleh biaya tambahan.
Pendaftaran Lanjutan untuk Memperluas Cakupan Bantuan
Pemkot Surabaya juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum mendaftar di tahap awal untuk mengikuti pendataan ulang melalui sistem daring. Hal ini dilakukan agar lebih banyak pelajar dapat memperoleh manfaat dari program Special Plan.
“Kami mengharapkan masyarakat yang terlewat dalam pendaftaran pertama segera mengajukan permohonan. Dengan pendataan ulang, kita bisa memastikan tidak ada siswa yang terlupakan,”
kata Eri Cahyadi.
Langkah ini diharapkan meningkatkan cakupan penerima bantuan, terutama bagi siswa yang terlewat dalam pendaftaran pertama. Eri Cahyadi juga mengajak pelajar untuk memanfaatkan kesempatan belajar secara optimal, menjauhi tindakan kenakalan remaja seperti geng motor, tawuran, atau balap liar. Dengan Special Plan, Pemkot Surabaya berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih adil dan inklusif.
Program Special Plan menunjukkan perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap kesetaraan pendidikan. Bantuan ini bukan hanya sekadar subsidi biaya, tetapi juga bentuk investasi dalam potensi generasi muda. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, Pemkot Surabaya memastikan bantuan pendidikan terus beradaptasi dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami berharap Special Plan ini menjadi langkah konkrit dalam membangun masyarakat Surabaya yang lebih unggul dan berdaya saing,”
tutur Eri Cahyadi.
