Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Berziarah ke Madinah
Mbah Marsiyah, yang berusia 104 tahun, kembali menjadi sorotan publik setelah memulai perjalanannya ke Madinah. Sebagai jamaah haji Indonesia tertua, ia menjadi simbol ketekunan dan semangat spiritual dalam menjalani ibadah. Sejak tiba di Tanah Suci sebulan lalu, Mbah Marsiyah terus menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap aktivitas. Dengan bantuan putrinya, Maidah, ia telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan ziarah di Makkah, serta kini berada di tahap terakhir perjalanan menuju Madinah.
Kisah Penuh Makna di Makkah
Mbah Marsiyah dikenal sebagai jamaah haji yang memiliki kekuatan fisik dan mental luar biasa. Meski usianya sudah memasuki abad ke-21, ia tetap aktif mengikuti semua prosedur ibadah haji, termasuk lontaran jumrah, wukuf, dan tawaf ifadah. Selama berada di Makkah, Mbah Marsiyah tidak hanya menyelesaikan ritual-ritual tersebut dengan mandiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang dengan semangatnya. “Saya lebih suka makan nasi, tidak suka bubur,” kata Mbah Marsiyah, sambil tertawa saat ditemui oleh JawaPos.com.
Maidah, yang berusia 63 tahun, menyatakan bahwa ibunya sehat dan tidak mengalami gejala sakit selama berada di tanah suci. “Alhamdulillah, tidak batuk, tidak bersin,” ujarnya. Meski usianya tergolong tua, Mbah Marsiyah tetap bersemangat dalam melakukan setiap tugas. Ia bahkan sempat berkata, “Sudah ke Jabal Nur, tapi hanya menunggu di bus. Sudah tak kuat mendaki,” sambil memperlihatkan senyum tulusnya.
Perjalanan ke Madinah dan Aktivitasnya
Saat ini, Mbah Marsiyah bersiap melanjutkan perjalanan ke Madinah, kota kelahiran Nabi Muhammad SAW. Meski tidak ikut mendaki Jabal Nur, ia tetap menikmati kehadiran di sana. Dalam perjalanan tersebut, ia akan melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, berdoa di Raudhah, dan mengunjungi tempat-tempat ziarah penting. Maidah mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas yang diikuti ibunya, meski sedikit berbeda dari jamaah lain.
Mbah Marsiyah juga menjadi contoh bagaimana usia tidak menjadi penghalang untuk meraih keberkahan ibadah. Dengan konsistensi dan kepercayaan pada Tuhan, ia mampu menjalani perjalanan haji yang panjang. Keberhasilannya ini tidak hanya menginspirasi keluarga dan teman-temannya, tetapi juga menarik perhatian banyak media, termasuk JawaPos.com, yang meliputinya secara rutin. Cerita Mbah Marsiyah menjadi bukti bahwa semangat beribadah dapat tetap terjaga di usia yang terus bertambah.
Di Madinah, jamaah haji tertua ini juga diharapkan dapat menjalani berbagai kegiatan spiritual. Aktivitas seperti melawat ke tempat-tempat sejarah, seperti Masjid Qiblat, serta mengikuti keterangan dari para ulama di kota tersebut menjadi bagian dari rencananya. Mbah Marsiyah juga tidak lupa berdoa dan meminta keselamatan untuk seluruh jamaah haji yang lain. “Semoga semua jamaah haji bisa menyelesaikan ibadah dengan baik dan penuh keberkahan,” harapnya.
Legenda Mbah Marsiyah: Pengalaman Ibadah yang Tak Terlupakan
Sebagai jamaah haji tertua, Mbah Marsiyah memang memiliki cerita yang unik. Ia telah menunaikan ibadah haji sebanyak sembilan kali sejak usia 60 tahun. Dengan konsistensi yang luar biasa, ia mampu mengikuti semua prosedur tanpa hambatan besar. Keberhasilannya ini membuktikan bahwa semangat dan keimanan dapat mengatasi segala rintangan, termasuk usia yang sudah senja.
Di sela-sela aktivitas, Mbah Marsiyah juga sering memberikan nasihat dan pengalaman spiritual kepada para jamaah yang mengikutinya. “Ibadah haji bukan hanya tentang ritual, tapi juga tentang ketulusan hati dan konsistensi dalam beribadah,” katanya. Pengalamannya sebagai jamaah haji yang pernah melalui berbagai fase kehidupan membuatnya memiliki wawasan khusus tentang makna ibadah. Dengan usianya yang terus bertambah, ia tetap memegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan kesabaran.
Selain kegiatan spiritual, Mbah Marsiyah juga menikmati kehidupan di Tanah Suci. Ia sering bercerita tentang kekaguman terhadap keindahan kota Makkah dan Madinah. “Semua tempat ini memiliki makna yang sangat dalam bagi saya,” ujarnya. Cerita dan pengalamannya menjadi sumber inspirasi bagi banyak jamaah haji muda yang ingin mengejar semangat ibadah seperti dia. Dengan jamaah haji tertua ini, JawaPos.com kembali membuktikan bahwa kisah-kisah perjalanan spiritual bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
