𝕏 f WA
Surabaya Raya

Kebun Binatang Surabaya Bantah Isu Satwa Kurus dan Sering Sakit: Perawatan dan Pakan Sudah Sesuai Standar

Kebun Binatang Surabaya Bantah Isu Satwa Kurus dan Sering Sakit: Perawatan dan Pakan Sudah Sesuai Standar
Foto : Christopher Johnson - nusautama.com

KBS Surabaya Bantah Isu Satwa Kurus dan Sakit

Nusautama.com – Manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) secara tegas menepis berbagai kabar yang beredar di masyarakat. Isu yang menyebutkan bahwa koleksi hewan di kebun binatang tersebut mengalami kondisi kurus, sering sakit, hingga kematian kini dibantah oleh pihak berwenang. Penegasan ini disampaikan sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian publik terhadap kesejahteraan satwa yang ada di fasilitas konservasi tersebut.

Kontroversi ini bermula dari pengungkapan dugaan korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kasus tersebut menyangkut pengelolaan keuangan di lembaga konservasi Surabaya. Tersangka dalam kasus ini adalah mantan Direktur Utama, Choirul Anwar, yang lebih dikenal dengan panggilan CA. Dugaan korupsi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas perawatan satwa yang selama ini menjadi tanggung jawab lembaga.

Standar Perawatan dan Pakan Terpenuhi

Lintang Ratri Sunarwidhi, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Humas KBS, memberikan penjelasan komprehensif mengenai standar perawatan yang diterapkan. Menurut Lintang, setiap kebutuhan satwa dipenuhi sesuai dengan standar perawatan yang berlaku secara ketat. Sistem pemberian pakan dirancang secara khusus dan disesuaikan dengan berbagai faktor penting seperti usia hewan, berat badan, serta kebutuhan nutrisi masing-masing spesies yang berbeda-beda.

“Kami sudah membedakan perawatan menyesuaikan kebutuhan satwa. Kami memahami adanya perhatian publik terhadap pemberitaan yang berkembang,” ujar Lintang saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (23/7).

Menurut informasi yang dihimpun, operasional Kebun Binatang Surabaya tidak terpengaruh oleh isu yang sedang berkembang. Seluruh aktivitas konservasi, perawatan rutin, hingga layanan kesehatan satwa tetap dilaksanakan sesuai prosedur yang ada. Tim veteriner dan staf perawatan terus memantau kondisi kesehatan setiap hewan secara berkala untuk memastikan kesejahteraan mereka.

Komitmen Operasional dan Jadwal Pakan

Dikaitkan dengan besaran anggaran yang dialokasikan untuk pakan hewan, Lintang mengaku belum mengetahui angka pastinya. Namun yang pasti, pemberian makanan dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Jadwal ini dirancang untuk memastikan satwa mendapatkan nutrisi yang cukup sepanjang hari.

“Kalau anggaran saya kurang paham. Yang jelas setiap hari harus terpenuhi pagi dan sore, karena yang diutamakan pasti makannya satwa dulu. Sampai saat ini alhamdulillah (satwa) Kebun Binatang Surabaya baik-baik saja,” tegas Lintang.

Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan yang melibatkan mantan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar (CA), saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat luas. Meskipun demikian, lembaga konservasi ini tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Fokus utama saat ini adalah memastikan operasional KBS berjalan sebagaimana mestinya tanpa terganggu oleh isu yang sedang berlangsung.

Komitmen untuk terus menjalankan fungsi KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi tetap menjadi prioritas utama. Pihak manajemen juga menyatakan kesiapan untuk memberikan transparansi lebih lanjut terkait pengelolaan keuangan dan perawatan satwa kepada publik.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *