Nayla Purnama Perankan Dua Karakter di 12 IPA 4
Nusautama.com – Aktris muda Nayla Purnama kembali membuktikan kemampuannya di dunia akting melalui serial 12 IPA 4. Dalam proyek terbaru ini, Nayla Purnama Perankan Dua Karakter sekaligus, yaitu sepasang anak kembar dengan kepribadian yang sangat berbeda. Tantangan ini tidak hanya menguji kemampuan aktingnya, tetapi juga kreativitas dalam menciptakan bahasa isyarat khas untuk kedua karakternya.
Karakter pertama yang diperankan adalah Hana, seorang gadis yang tenang dan cenderung introvert. Di sisi lain, Hanin digambarkan sebagai sosok yang lebih ekstrovert dan penuh percaya diri. Perbedaan mendasar antara keduanya terlihat jelas dalam cara mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Proses Akting dan Tantangan Karakter
Nayla menjelaskan bahwa Hana adalah tipe orang yang mengikuti alur yang sudah ditentukan tanpa banyak bertanya. Sebaliknya, Hanin memiliki kejelasan tujuan dan selalu berusaha meraih apa yang diinginkannya dengan ambisi tinggi. Pernyataan ini disampaikan saat acara press screening di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Kalau Hana tipikal yang ikutin jalur. Beda sama Hanin yang dia udah tahu maunya apa dan harus mendapatkan apa yang dimau, ambisius lah,
Selama proses pengambilan gambar, Nayla mengakui kerap keluar dari skrip yang telah dibuat. Hal ini tidak jarang membuatnya mendapat teguran langsung dari sutradara Dinna Jasanti. Namun, improvisasi tersebut justru menambah kealamian setiap adegan yang ditampilkan.
Sebenarnya, kepribadian Nayla di kehidupan sehari-hari lebih mirip dengan Hanin. Kondisi inilah yang membuatnya kesulitan saat harus menjadi Hana. Ia sering kali kelepasan dan bersikap seperti Hanin tanpa disadari.
Nah, itu yang bikin aku kesulitan karena Nayla tuh banyak Hanin-nya. Makanya kadang suka kelepasan,
Menciptakan Bahasa Isyarat Khas
Tantangan lain yang dihadapi aktris ini adalah mempelajari bahasa isyarat. Komunikasi non-verbal tersebut menjadi jembatan hubungan antara Hana dan Hanin. Nayla kemudian merancang simbol-simbol khusus untuk menghubungkan kedua karakternya secara visual.
Proses penciptaan ini dilakukan dengan menggabungkan naskah cerita bersama elemen American Sign Language atau ASL. Ia juga memanfaatkan waktu reading panjang untuk berdiskusi intensif dengan Dinna. Tujuannya adalah menemukan gerakan atau bahasa yang paling sesuai untuk karakter.
Aku cari-cari sendiri dan ambil dari bahasa isyarat umum. Yang paling dekatnkan kayak i love u, terus aku tambahin family always, together, forever biar jadi simbol kasih sayang Hanin dan Hana aja,
Latihan Menari dan Inspirasi
Sebagai gadis berdarah Sunda, Nayla juga dituntut mampu menari dengan baik. Ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menghafal koreografi bersama pelatih profesional serta para pemain lainnya. Selain latihan bersama, ia juga melakukan sesi latihan mandiri di rumah.
Latihan solo ini bertujuan agar gerakannya menjadi lebih lentur dan terlihat natural saat tampil di depan kamera. Nayla mengakui bahwa menggerakkan tubuh bukanlah hal yang mudah dilakukan dalam waktu singkat, terutama untuk adegan-adegan yang membutuhkan koordinasi tinggi.
Gerakin badannya aja susah, dance itu nggak bisa dipelajarin dalam waktu singkat. TWICE itu jadi salah satu inspirasi ku!
Kehadiran Nayla Purnama Perankan Dua Karakter dalam serial 12 IPA 4 membawa warna baru bagi penonton. Kombinasi antara akting, bahasa isyarat, dan kemampuan menari menciptakan pengalaman menonton yang lebih kaya dan berkesan.
