Panitia Perketat Pengamanan Muktamar NU di Jombang
Nusautama.com – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, resmi dipilih sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah yang dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Juli 2026. Sidang penting tersebut berlangsung di Gedung PBNU yang terletak di Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Salemba, Jakarta Pusat.
Muktamar akan diselenggarakan selama lima hari penuh, tepatnya pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, panitia telah mengerahkan 2.000 personel keamanan dari berbagai elemen. Tim pengamanan ini terdiri dari keamanan internal pondok pesantren, Banser, Gasmi, Pagar Nusa, serta gabungan TNI dan Polri yang siap siaga sepanjang acara berlangsung.
Strategi Keamanan yang Komprehensif
KH Abdurrozaq Sholeh, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, menjelaskan bahwa Muktamar merupakan forum musyawarah tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Karena memiliki kedudukan istimewa, acara ini selalu menarik perhatian ribuan Nahdliyin dari seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, aspek keamanan mendapat prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan acara-acara lainnya.
Kita melibatkan (personel) dari keamanan pondok, Banser, Gasmi, Pagar Nusa, Polri – TNI, ujar KH Abdurrozaq Sholeh.
Menurutnya, Muktamar akan menarik banyak masyarakat untuk turut hadir, sehingga dalam hal keamanan panitia harus memikirkannya lebih dari biasanya. Jumlah peserta yang datang nantinya akan jauh melampaui jumlah normal, sehingga diperlukan persiapan ekstra untuk memastikan kenyamanan seluruh attendees.
Dari sisi partisipasi, PBNU memperkirakan kehadiran sekitar 3.300 peserta resmi. Angka ini mencakup delegasi yang membawa mandat dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Selain delegasi domestik, Muktamar juga akan dihadiri oleh delegasi internasional dari berbagai negara.
Antara lain, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, dan Nigeria akan turut serta. Tidak hanya itu, sejumlah perwakilan dari negara-negara sahabat lainnya juga dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Kehadiran tamu-tamu asing ini menambah kompleksitas persiapan panitia.
Menanggapi kehadiran tamu-tamu asing, Gus Rozaq menyatakan bahwa panitia lokal telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari akomodasi penginapan, transportasi, hingga layanan kesehatan telah dipersiapkan dengan matang. Namun, untuk data kedatangan dan proses registrasi lengkap, panitia masih menunggu pengumuman resmi dari PBNU.
Sebagai upaya tambahan dalam menjaga keamanan, ratusan kamera pengawas (CCTV) telah dipasang di sekitar lokasi penyelenggaraan. Alat-alat ini berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas serta aktivitas masyarakat di area Muktamar secara real-time. Dengan demikian, panitia dapat merespons setiap situasi dengan cepat dan tepat.
