Insiden Premanisme Ormas Kembali Terjadi di Surabaya
Pemilik Ruko Dianiaya Kelompok yang Mengaku Anggota BNPM
Nusautama.com – Dunia maya Surabaya kembali dihebohkan oleh kasus dugaan premanisme yang melibatkan oknum-orang yang mengklaim sebagai anggota organisasi masyarakat. Kejadian ini menimpa seorang pemilik ruko yang sedang membersihkan bangunan miliknya. Pada hari Rabu, tanggal 22 Juli, Bagus Indra terlihat sedang membersihkan ruko yang sudah lama tidak berpenghuni. Lokasi kejadian berada di Jalan Krukah Utara Nomor 34, kawasan Ngagel Rejo, Surabaya. Tidak lama setelah itu, sekelompok orang datang secara bersamaan dan berusaha masuk ke dalam area ruko tersebut. Mereka menyatakan diri sebagai anggota Barisan Nasional Pemuda Madura atau yang dikenal dengan singkatan BNPM. Saat Bagus mencoba menahan mereka agar tidak masuk, terjadi aksi saling dorong di dekat pintu pagar. Karena jumlah orang yang datang lebih banyak, pagar akhirnya berhasil dibuka dan massa tersebut masuk ke dalam area ruko. Menurut informasi yang beredar, kejadian ini diduga terkait dengan upaya pengambilan bangunan secara paksa. Akibat insiden tersebut, Bagus mengalami beberapa luka di tubuhnya.
“Ada luka fisik di tangan sebelah kiri, terus dada sebelah kiri saya juga dipukul,” ujar Bagus saat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi datang ke lokasi, dikutip dari akun Instagram @ericahyadi_, Senin (27/7).
Bagus menjelaskan bahwa ruko tersebut ia peroleh melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya. Ia berhasil menjadi pemenang lelang tersebut pada bulan April 2026.
“Jadi (ruko) Dilelang melalui KPKNL dan pada saat itu saya memenangkan lelang tersebut. Terus pada bulan Mei saya proses administrasi balik nama dan BPKB pajak, semua pajak, retribusi sudah terbayarkan,” imbuhnya.
Setelah memenangkan lelang, Bagus melanjutkan proses administrasi untuk balik nama serta pembayaran BPKB pajak. Semua pajak dan retribusi terkait ruko tersebut sudah dibayarkan sepenuhnya.
