BPS: NTP Juli Naik 0,15 Persen, Perikanan Meningkat
Nusautama.com – BPS – Badan Pusat Statistik resmi merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi petani Indonesia pada bulan Juli 2026. Indikator yang menjadi sorotan utama, yaitu Nilai Tukar Petani (NTP), menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,15 persen secara bulanan atau month to month (mtom). Pencapaian ini menempatkan NTP nasional pada level 127,84, mencerminkan perbaikan daya beli sektor pertanian secara keseluruhan.
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa pertumbuhan NTP ini didorong oleh dinamika harga yang berbeda antara sisi penerimaan dan pengeluaran petani. Penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) tercatat lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang diterima petani (It). Kondisi ini menciptakan ruang bagi peningkatan kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.
“Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani ini turun 0,1 persen. Sedangkan, indeks harga yang dibayar oleh petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8).
Subsektor Hortikultura Mengalami Penurunan Signifikan
Menurut data BPS, beberapa komoditas utama menjadi faktor dominan dalam penurunan indeks harga yang diterima petani. Komoditas tersebut meliputi cabai rawit, bawang merah, tomat, serta cabai merah. Penurunan paling tajam terjadi pada subsektor hortikultura yang mencatatkan penurunan NTP sebesar 8,49 persen.
Kondisi ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani hortikultura mencapai 8,74 persen. Angka tersebut lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani yang hanya sebesar 0,28 persen. Meskipun mengalami penurunan, sektor ini tetap menjadi kontributor penting dalam perekonomian nasional.
Sektor Perikanan dan Peternakan Beragam Performa
Ateng menambahkan bahwa subsektor peternakan juga mengalami penurunan NTP. Namun, sektor perikanan menunjukkan kinerja sebaliknya dengan nilai tukar yang meningkat sebesar 1,01 persen. Peningkatan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat pesisir dan pembudi daya ikan di seluruh Indonesia.
“Peningkatan nilai tukar perikanan didukung oleh kenaikan nilai tukar nelayan sebesar 0,95 persen dan nilai tukar pembudi daya ikan sebesar 1,10 persen,” ujarnya.
Komoditas yang mendorong kenaikan indeks harga yang diterima nelayan antara lain rajungan, ikan cakalang, tongkol, dan ikan kembung. Sementara itu, kenaikan indeks harga yang diterima pembudi daya ikan terutama dipengaruhi oleh rumput laut, bandeng, udang, dan lele. Data ini menunjukkan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Prospek Harga Beras dan Dampaknya bagi Konsumen
Ateng juga menyampaikan informasi mengenai harga beras yang menjadi komoditas strategis bagi masyarakat Indonesia. Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Juli 2026 secara total meningkat 0,94 persen mtm. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy), harga beras naik sebesar 5,11 persen.
Kenaikan harga beras ini perlu diwaspadai oleh pemerintah dan pelaku pasar agar tidak berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat. BPS akan terus memantau perkembangan harga-harga komoditas penting untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi ekonomi nasional.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang NTP dan Data BPS
Apa itu Nilai Tukar Petani (NTP)? NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. NTP digunakan untuk mengukur daya beli petani terhadap barang dan jasa yang mereka butuhkan.
Mengapa NTP penting untuk diketahui? NTP menjadi indikator utama untuk menilai kesejahteraan petani. Ketika NTP naik, berarti petani memiliki daya beli yang lebih baik. Sebaliknya, penurunan NTP menunjukkan adanya tekanan ekonomi pada sektor pertanian.
Bagaimana cara membaca data NTP dari BPS? Data NTP dari BPS biasanya disajikan dalam bentuk persentase perubahan bulanan (mtom) dan tahunan (yoy). Perubahan positif menunjukkan peningkatan, sedangkan perubahan negatif menunjukkan penurunan.
Komoditas apa saja yang paling mempengaruhi NTP? Komoditas pangan seperti beras, cabai, bawang, dan tomat serta komoditas perikanan dan peternakan menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan NTP secara nasional.
Di mana saya bisa mendapatkan data NTP terbaru? Data NTP terbaru dapat diakses melalui situs resmi BPS di www.bps.go.id atau melalui media sosial dan portal berita yang mengutip rilis resmi dari lembaga statistik tersebut.
