Igor Tolic Puj Daya Juang Persib Meski Tak Raih Piala Presiden 2026
Nusautama.com – Meskipun harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dalam laga penentuan Piala Presiden 2026, pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, tak henti-hentinya memuji semangat para pemainnya. Tim Maung Bandung ini gagal merebut trofi untuk kedua kalinya setelah kalah tipis melalui babak adu penalti dengan skor akhir 4-5. Pertandingan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/7).
Sebelumnya, kedua kubu saling tukar gol di babak pertama. Gol yang dicetak Ramadhan Sananta berhasil disamakan oleh Patricio Matricardi, sehingga waktu normal dan tambahan waktu berakhir imbang 1-1. Kekalahan ini tentu menyakitkan, namun pelatih asal Kroasia tersebut tetap memberikan apresiasi besar.
Kondisi Tim Tidak Utuh
Igor Tolic menjelaskan bahwa perjalanan Persib ke babak final tidak semulus yang diharapkan. Banyak pemain andalan yang absen karena membela timnas Indonesia di ajang ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026. Sebanyak tujuh pemain kunci masuk dalam skuad Garuda untuk turnamen terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Para pemain yang tertinggal itu antara lain Beckham Putra, Thom Haye, Eliano Reijnders, Marc Klok, Saddil Ramdani, serta dua pemain baru Persib, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen. Kehadiran mereka di level nasional membuat Persib harus mengandalkan generasi muda di turnamen pramusim ini.
Pemain-pemain muda yang mendapat kepercayaan tampil antara lain Nazriel Alfaro Syahdan, Rafi Rasyiq, Adzikry Fadlillah, Faris Abdul Hafizh, hingga Ikhwan Ali Tanamal. Mereka membuktikan diri di lapangan hijau meskipun harus menghadapi tim kuat seperti Persebaya.
Perjuangan Tanpa Mariano Peralta
Di babak tambahan waktu final, Persib mengalami kerugian besar ketika Mariano Peralta mendapat kartu merah pada menit ke-112. Hal ini memaksa Maung Bandung bermain dengan hanya 10 orang pemain. Situasi semakin menegangkan saat babak penalti dimulai.
Kiper Fitrah Maulana tampil heroik dengan menepis tendangan penalti dari Yuran Fernandes. Aksi luar biasa tersebut membawa pertandingan ke babak sudden death. Sayangnya, Hamra Hehanusa gagal mengeksekusi tendangannya dengan sempurna. Di sisi lain, Gledson, penendang terakhir Persebaya, berhasil menyelesaikan tugasnya dan memastikan kemenangan bagi timnya.
“Kami menembus partai puncak dengan kondisi tim yang tidak utuh. Kami mengorbitkan banyak pemain muda, dan pada akhirnya harus kalah lewat adu penalti,” ujar Igor Tolic, sebagaimana dikutip dari laman resmi Persib yang dilansir oleh Antara pada Jumat (7/8).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Meski Kalah di Piala Presiden Pelatih?
Meski Kalah di Piala Presiden Pelatih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Meski Kalah di Piala Presiden Pelatih matter?
Meski Kalah di Piala Presiden Pelatih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
