Surabaya Raya

BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter Intai Perairan Selatan Jatim

BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter Intai Perairan Selatan Jatim
Foto : Christopher Wilson - nusautama.com

Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Selatan Jawa Timur

Nusautama.com – Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di sejumlah wilayah Jawa Timur perlu meningkatkan kewaspadaan pada 21–24 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan dini mengenai peluang gelombang tinggi, terutama di jalur laut selatan provinsi ini.

Wilayah perairan di selatan Jawa Timur diperkirakan menghadapi gelombang dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Peringatan ini penting diperhatikan oleh nelayan, operator kapal, pengguna jasa penyeberangan, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai. Tinggi gelombang dapat berubah menjadi faktor risiko bagi perjalanan laut, khususnya ketika disertai angin yang bertiup kuat.

Angin Timur–Tenggara Memicu Kenaikan Gelombang

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Prasetyo Umar Firdianto, menyampaikan bahwa situasi cuaca secara umum di perairan Jawa Timur berada dalam kondisi cerah berawan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti laut aman untuk seluruh aktivitas.

Faktor utama yang perlu diwaspadai adalah angin dominan dari arah timur ke tenggara. Kecepatannya tercatat berada pada rentang 5 sampai 27 knot. Dorongan angin ini dapat meningkatkan kondisi gelombang di beberapa kawasan laut Jawa Timur.

“Kecepatan angin cukup tinggi, yakni menyentuh angka 5 hingga 27 knots,” kata Prasetyo, Minggu (20/9).

Angin yang semakin kencang dapat membuat permukaan laut lebih bergelora. Karena itu, pelaku aktivitas maritim tidak cukup hanya memantau kondisi langit, tetapi juga perlu memperhatikan perkembangan angin dan prakiraan tinggi gelombang sebelum menentukan keberangkatan.

Pesisir Selatan Menjadi Area dengan Risiko Tertinggi

Potensi gelombang paling besar terpusat di perairan selatan Jawa Timur. Jalur laut yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi diperkirakan dapat mengalami gelombang ekstrem sampai 4 meter.

Rentang tinggi tersebut menempatkan kawasan selatan sebagai wilayah dengan perhatian utama selama masa peringatan dini. Perubahan kondisi laut dapat berlangsung cepat, sehingga rencana melaut maupun perjalanan antarpelabuhan perlu disesuaikan dengan perkembangan cuaca terbaru.

Daerah yang perlu memberi perhatian khusus meliputi perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, serta Banyuwangi. Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut di kawasan tersebut perlu mengutamakan keselamatan dalam mengambil keputusan perjalanan.

Perairan Utara dan Kepulauan Juga Berstatus Waspada

Waspada tidak hanya diperlukan di selatan Jawa Timur. Di kawasan laut utara serta sejumlah perairan kepulauan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga berpeluang terjadi.

Wilayah yang masuk dalam perhatian mencakup Perairan Masalembo, Tuban, Lamongan, bagian utara Gresik, dan Perairan Bawean. Meski tinggi gelombangnya diperkirakan lebih rendah daripada di pesisir selatan, kondisi tersebut tetap dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kapal dan kegiatan perikanan.

Perairan di utara Pulau Madura pun berada dalam status waspada. Area Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep perlu memperhitungkan potensi gelombang pada kisaran 1,25–2,5 meter. Peringatan serupa berlaku untuk sisi utara Kepulauan Sapudi serta perairan utara, timur, dan selatan Kepulauan Kangean.

Setiap wilayah memiliki karakter pelayaran yang berbeda, tetapi prinsip kehati-hatian tetap sama. Kapal yang beroperasi di jalur-jalur tersebut perlu memastikan kesiapan awak, perlengkapan keselamatan, serta kelayakan perjalanan sebelum meninggalkan pelabuhan.

Keberangkatan Perlu Dipertimbangkan Kembali

Prasetyo mengimbau pihak yang melakukan penyeberangan maupun kegiatan penangkapan ikan agar meninjau ulang rencana keberangkatan jika kondisi laut tidak mendukung. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko yang dapat muncul ketika angin dan gelombang meningkat secara bersamaan.

Operasional penyeberangan dinilai memiliki risiko lebih besar apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang berada di angka 2,5 meter. Kombinasi kedua kondisi itu perlu menjadi perhatian utama bagi kapal yang akan melintas.

Keputusan untuk berlayar sebaiknya mempertimbangkan bukan hanya jadwal perjalanan, tetapi juga perkembangan prakiraan cuaca di rute yang akan ditempuh. Nelayan dan operator kapal dapat menjadikan peringatan dini sebagai dasar untuk menunda keberangkatan, menyesuaikan rute, atau meningkatkan kesiapan keselamatan.

Bagi masyarakat yang tinggal atau berkunjung ke kawasan pesisir, kondisi laut tinggi juga patut direspons dengan bijak. Menghindari aktivitas dekat perairan saat gelombang meningkat dapat membantu mengurangi paparan risiko. Peringatan untuk periode 21–24 September 2026 ini menjadi pengingat bahwa cuaca cerah berawan tidak selalu menandakan keadaan laut yang tenang.

Frequently Asked Questions

What is BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter?

BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter matter?

BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *