NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kapolri Dorong Padepokan Tjimande Berdiri di Setiap Kabupaten di Banten

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By David Jackson - nusautama.com

Foto : David Jackson - nusautama.com

Kapolri Dorong Padepokan Tjimande Berdiri di Setiap Kabupaten di Banten

Nusautama.com – Kapolri Dorong Padepokan Tjimande Berdiri di setiap kabupaten di Provinsi Banten sebagai upaya memperluas pembinaan pencak silat tradisional. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berharap keberadaan padepokan dapat menjaga warisan Tjimande sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

Pesan tersebut disampaikan dalam peresmian Balai Latihan Seni Silat serta peringatan Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) pada Jumat, 18 September 2026. Balai latihan yang diresmikan diharapkan tidak hanya menjadi sarana berlatih, tetapi juga ruang berkumpul bagi pesilat, tokoh masyarakat, dan warga untuk menguatkan nilai kebersamaan.

Menurut Kapolri, pengembangan padepokan di setiap kabupaten akan membuat pembinaan seni bela diri ini lebih mudah dijangkau masyarakat. Generasi muda dapat mengenal pencak silat Tjimande dari lingkungan terdekatnya, belajar langsung dari para guru, serta memahami nilai yang melekat dalam tradisi tersebut.

Padepokan sebagai Ruang Pembinaan Karakter

Kapolri Dorong Padepokan Tjimande Berdiri bukan semata-mata untuk memperbanyak tempat latihan fisik. Padepokan diharapkan menjadi pusat pendidikan karakter yang mengajarkan pengendalian diri, ketekunan, rasa hormat kepada guru, serta tanggung jawab terhadap sesama. Nilai itu penting agar kemampuan bela diri selalu digunakan secara tepat.

Dalam pencak silat, penguasaan gerakan bukan satu-satunya tujuan. Seorang pesilat juga perlu memiliki sikap rendah hati, mampu mengendalikan emosi, dan menghormati orang lain. Proses latihan yang rutin dapat membiasakan peserta untuk disiplin terhadap waktu, patuh pada arahan pelatih, serta memahami pentingnya kerja keras.

Keberadaan balai latihan juga membuka peluang bagi para senior untuk meneruskan pengetahuan Tjimande kepada murid yang lebih muda. Pertemuan antargenerasi membantu menjaga kesinambungan tradisi, baik dari sisi teknik, etika, maupun nilai budaya yang diwariskan dalam latihan pencak silat.

“Ke depan, masing-masing kabupaten agar didirikan padepokan supaya Tjimande terus berkembang dan menghasilkan para pendekar yang memiliki kemampuan bela diri, melindungi yang lemah, serta bekerja sama dengan Polri untuk membantu menjaga kamtibmas,” ujar Kapolri.

Peran Pendekar dalam Menjaga Kamtibmas

Arahan Kapolri juga menekankan peran sosial para pendekar. Kemampuan bela diri seharusnya digunakan untuk melindungi pihak yang lemah dan membantu menciptakan lingkungan yang aman. Pesilat dapat menjadi bagian dari masyarakat yang mengedepankan kepedulian, pencegahan konflik, dan penyelesaian persoalan secara bijaksana.

Kerja sama dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas dipandang sebagai bentuk partisipasi warga. Komunitas pencak silat yang memiliki pembinaan baik dapat ikut mendorong suasana lingkungan yang tertib, rukun, dan saling menghormati tanpa mengambil tindakan di luar kewenangannya.

Kapolri Dorong Padepokan Tjimande Berdiri di seluruh kabupaten juga membawa pesan bahwa keterampilan tidak boleh berubah menjadi ajang menunjukkan kekuatan. Pesilat perlu menjauhi kekerasan, tidak menggunakan ilmunya untuk merugikan orang lain, dan menjadikan kemampuan yang dimiliki sebagai sarana memberi manfaat bagi masyarakat.

Melestarikan Pencak Silat Tjimande di Banten

Pencak silat merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Selain mengajarkan teknik pertahanan diri, pencak silat memuat nilai persaudaraan, kesabaran, ketelitian, dan penguasaan diri. Nilai-nilai tersebut tetap relevan bagi pembentukan karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang cepat.

Padepokan Tjimande yang tersedia lebih dekat dengan masyarakat diharapkan dapat memperluas partisipasi warga Banten dalam kegiatan seni bela diri tradisional. Anak-anak dan remaja memiliki ruang positif untuk berlatih, membangun pergaulan yang sehat, serta mengenal budaya yang tumbuh di daerahnya.

Peresmian Balai Latihan Seni Silat PTBI menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Tjimande secara berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat dan para pengajar, padepokan dapat berkembang sebagai tempat latihan, pendidikan budaya, kegiatan sosial, dan silaturahmi bagi warga.

FAQ Padepokan Tjimande di Banten

Apa tujuan pembangunan padepokan Tjimande di setiap kabupaten?

Tujuannya adalah memperluas pembinaan pencak silat Tjimande, melestarikan tradisi, serta membentuk pendekar yang berdisiplin, mampu melindungi yang lemah, dan peduli pada keamanan lingkungan.

Apakah padepokan hanya digunakan untuk latihan bela diri?

Tidak. Padepokan juga dapat menjadi ruang pendidikan karakter, pelestarian budaya, silaturahmi warga, serta kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Bagaimana peran pesilat dalam menjaga lingkungan?

Pesilat diharapkan mengutamakan sikap tanggung jawab, menghindari kekerasan, membantu sesama, dan mendukung upaya menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat bersama Polri.

Related Reading