NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemenkes Ungkap Persoalan Air Bersih hingga Alat Komunikasi Masih Jadi Tantangan Atasi Bencana Gempa

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Christopher Johnson - nusautama.com

Foto : Christopher Johnson - nusautama.com

Kemenkes Ungkap Persoalan Air Bersih Pasca-Gempa

Nusautama.com – Kemenkes Ungkap Persoalan Air Bersih hingga gangguan komunikasi sebagai hambatan utama dalam penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam: seluruh logistik medis telah dikirim, perangkat komunikasi darurat telah dipasang, dan kebutuhan dasar pengungsi kini menjadi prioritas tertinggi di lapangan.

Pengiriman Obat dan Peralatan Medis Melalui TNI AU

Koordinasi logistik kesehatan dilakukan secara intensif bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara. Mulai dari obat-obatan esensial, perangkat diagnostik, hingga mesin rontgen, seluruhnya telah tiba di wilayah terdampak. Rizka Andalusia menjelaskan bahwa pengiriman terakhir mencakup unit X-ray yang dibutuhkan untuk penanganan patah tulang pada korban gempa.

"Kita bekerja sama dengan TNI AU untuk mengangkut perbekalan kesehatan mulai dari obat, alat kesehatan, sampai tadi malam kita mengirim X-ray karena di patah tulang itu juga kan perlu ya difoto untuk X-ray-nya. Itu sudah ada di sana semua," ujar Rizka kepada wartawan, Rabu (26/8).

Ketersediaan peralatan diagnostik ini dinilai krusial karena jumlah korban dengan cedera ortopedi meningkat seiring berulangnya gempa susulan. Tanpa kemampuan memotret rontgen di lokasi, proses penanganan patah tulang akan tertunda dan risiko komplikasi menjadi lebih tinggi.

Starlink dan Pemulihan Jalur Komunikasi

Terputusnya jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kendala paling krusial di zona bencana. Tanpa sinyal, petugas kesehatan tidak dapat mengajukan permintaan obat, melaporkan kondisi korban, maupun berkoordinasi dengan unit lain. Menjawab persoalan tersebut, Kemenkes mendistribusikan perangkat Starlink hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke titik-titik layanan darurat.

"Kemudian sinyal, komunikasi. Tapi sudah ada, kita bagikan Starlink-Starlink dengan beberapa kerja sama dengan Komdigi juga untuk supaya sambungan internet di sana berjalan," ungkap Rizka.

"Karena kalau enggak kan enggak ada komunikasi, kasihan juga gitu kan. Gimana mau minta obat dan sebagainya enggak bisa kalau enggak ada komunikasi," sambungnya.

Pemulihan konektivitas ini sekaligus membuka jalur pelaporan data kesehatan secara real-time, sehingga keputusan distribusi obat berikutnya dapat diambil lebih cepat dan tepat sasaran.

Ambulans PMI dan Tenda Pengganti Puskesmas

Beberapa unit ambulans yang rusak akibat guncangan gempa telah diperbaiki berkat donasi dari Palang Merah Indonesia (PMI). Di sisi lain, fasilitas Puskesmas yang mengalami kerusakan struktural sementara waktu digantikan oleh tenda layanan kesehatan. Langkah ini diambil terutama di kawasan dengan dampak paling parah, seperti Kabupaten Nagekeo.

"Seperti Nagekeo dan sebagainya itu, itu sangat besar dampaknya. Dan mereka belum berani kerja di dalam Puskesmas atau pelayanan di dalam Puskesmas karena ada gempa susulan," jelas Rizka.

Penggunaan tenda darurat memastikan warga tetap mendapat akses layanan primer—mulai dari pemeriksaan luka, pemberian obat, hingga konsultasi dasar—tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas yang masih utuh.

Air Bersih dan Sanitasi: Kebutuhan yang Tidak Bisa Ditunda

Di luar penanganan medis langsung, persoalan ketersediaan air bersih serta fasilitas sanitasi yang layak bagi para pengungsi masih menjadi tantangan serius. Kemenkes menegaskan bahwa kedua kebutuhan dasar ini mendesak dipenuhi agar tidak muncul wabah penyakit menular di kamp pengungsian. Tanpa akses air bersih dan toilet yang memadai, kondisi kesehatan korban berisiko memburuk secara cepat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Kemenkes Ungkap Persoalan Air Bersih sebagai bagian dari daftar prioritas yang harus diselesaikan dalam waktu singkat. Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan distribusi air minum, perbaikan jaringan pipa, serta pembangunan toilet portabel dapat berjalan paralel dengan penanganan medis.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penanganan Kesehatan Pasca-Gempa

Apakah seluruh kebutuhan obat korban gempa di NTT sudah terpenuhi? Ya. Menurut Rizka Andalusia, seluruh logistik farmasi dan alat kesehatan—including unit X-ray—telah tiba di lokasi melalui pengiriman bersama TNI AU.

Bagaimana solusi komunikasi di wilayah yang sinyalnya terputus? Kemenkes mendistribusikan perangkat Starlink bekerja sama dengan Komdigi agar petugas kesehatan dapat kembali terhubung dan mengajukan permintaan obat secara daring.

Apakah Puskesmas yang rusak masih beroperasi? Untuk sementara, layanan dipindahkan ke tenda darurat. Di kawasan seperti Nagekeo, petugas belum berani kembali ke dalam bangunan karena ancaman gempa susulan masih tinggi.

Kapan persoalan air bersih dan sanitasi akan terselesaikan? Kemenkes menyebut kebutuhan ini mendesak dan sedang dalam proses koordinasi lintas instansi. Targetnya adalah pemulihan akses air minum dan fasilitas toilet bagi seluruh pengungsi dalam waktu sesingkat mungkin.

Related Reading