Usai Kejadian Keracunan, Kepala SPPG Bontang Diduga Blokir Kontak Jurnalis
Kontak Jurnalis Diduga Diblokir Kepala SPPG Bontang Pasca Insiden Keracunan MBG
Nusautama.com – Nomor WhatsApp milik Surya Dwi Saputra, Kepala SPPG Regional Bontang, dilaporkan tidak lagi bisa dihubungi oleh seorang rekan pers. Menurut informasi yang dihimpun Bontang Post (Jawa Pos Group), nomor tersebut diduga telah diblokir oleh pejabat bersangkutan.
Langkah itu terjadi di tengah belum terungkapnya penanganan dua insiden keamanan pangan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang.
Insiden Keracunan dan Temuan Bakteri
Sebanyak 83 penerima manfaat program dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah. Pemeriksaan sampel makanan kemudian mengonfirmasi keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli) di dalamnya. Hingga kini, penjelasan resmi dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum dapat diperoleh oleh awak media.
Pokja-30 Kaltim: Pejabat Publik Wajib Transparan
Buyung Marajo, pengamat kebijakan publik dari Pokja-30 Kaltim, menyatakan bahwa pengelola program yang dibiayai dari anggaran negara seharusnya tidak menutup diri dari pertanyaan masyarakat.
"Kalau dia memblokir nomor media itu justru salah. Sebagai pejabat publik harusnya bisa tidak tertutup. Apalagi pembiayaan MBG ini pakai APBN. Publik wajib tahu tindak lanjutnya," ungkap Buyung saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan bahwa hak masyarakat atas keterbukaan informasi sudah dijamin melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Warga berhak memperoleh informasi mengenai hasil evaluasi maupun langkah perbaikan pascakejadian kesakitan akibat pangan dan temuan bakteri pada sampel makanan.
"Kalau tidak bisa menjadi pejabat publik dan tidak bisa memberikan informasi lebih baik mundur," tegasnya.
KPPG Regional Kalimantan: Wewenang di BGN
Di sisi lain, seorang pejabat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kalimantan yang dihubungi terpisah menyatakan bahwa pihaknya tidak berwenang menjelaskan substansi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh komunikasi terkait persoalan MBG kini dipusatkan melalui Humas Badan Gizi Nasional (BGN).
"Mohon maaf mas, kami tidak punya kapasitas menjawab itu. Tapi yang jelas dua dapur itu disuspensi, sambil dievaluasi," ujarnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Usai Kejadian Keracunan Kepala SPPG Bontang?Usai Kejadian Keracunan Kepala SPPG Bontang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Usai Kejadian Keracunan Kepala SPPG Bontang matter?Usai Kejadian Keracunan Kepala SPPG Bontang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.