ESDM Ajukan Rp 27,37 Triliun dalam RAPBN 2027, Rp 22 Triliun untuk Jargas hingga Listrik Desa
ESDM Ajukan Rp 27 37 Triliun untuk Energi 2027
Nusautama.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengajukan rancangan belanja negara sebesar Rp 27,37 triliun dalam RAPBN 2027. Dari angka tersebut, porsi dominan—sekitar Rp 22 triliun—diperuntukkan bagi dua program yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat: perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) dan penyediaan listrik di kawasan pedesaan yang selama bertahun-tahun belum tersentuh jaringan transmisi nasional.
Rancangan anggaran ini telah disetujui Komisi XII DPR RI, komisi yang membidangi sektor energi dan mineral. Dengan persetujuan tersebut, kementerian kini memiliki landasan hukum untuk mengeksekusi seluruh program yang telah dirancang dalam dokumen RAPBN 2027.
Distribusi Anggaran per Unit Kerja
Struktur belanja menunjukkan konsentrasi pada tiga direktorat jenderal utama. Ditjen Migas memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp 11,34 triliun, yang difokuskan pada ekspansi pipa gas serta program konverter kit (konkit) bagi petani. Ditjen Ketenagalistrikan menerima Rp 10,4 triliun untuk program listrik desa (lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Ditjen EBTKE dialokasikan Rp 1,815 triliun guna mendukung pembangunan PLTMH, konversi motor listrik, dan konversi kompor listrik.
Unit-unit pendukung turut memperoleh jatah: BPSDM ESDM Rp 874,90 miliar; Badan Geologi Rp 774,8 miliar; Ditjen Minerba Rp 702,53 miliar; BPH Migas Rp 474,4 miliar; Sekretariat Jenderal Rp 537,9 miliar; Ditjen Penegakan Hukum ESDM Rp 89,38 miliar; BPMA Rp 109,34 miliar; Inspektorat Jenderal Rp 122,46 miliar; serta Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Rp 81,47 miliar.
Target Universal Akses Listrik 2029
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menjelaskan bahwa besaran anggaran tersebut didorong oleh satu target nasional: seluruh warga Indonesia harus menikmati akses listrik pada tahun 2029. Ia menegaskan bahwa komitmen inilah yang membuat belanja energi tetap berada pada level tinggi setiap tahunnya.
"Rp 27 triliun, besar memang. Karena kan kami memang setiap tahun diminta untuk memastikan agar nanti pada tahun 2029 semua warga Indonesia itu bisa menikmati akses listrik," ujar Erani.
Ia menambahkan bahwa dari total anggaran, porsi Rp 22 triliun secara spesifik ditujukan untuk sektor gas—termasuk jargas, pipa transmisi gas, dan pembangunan infrastruktur energi—serta program listrik desa.
"Jadi, dari Rp 27 triliun (anggaran ESDM), sebesar Rp 22 triliun itu dipakai untuk yang terkait dengan gas, jargas, pipa transmisi gas, untuk membangun infrastruktur energi, plus listrik desa," kata Erani, Sabtu (5/9).
Konteks Lapangan: Lisdes dan Energi Terbarukan
Program lisdes bukan sekadar proyek teknis, melainkan instrumen pemerataan pembangunan. Di wilayah terpencil—terutama Papua, Nusa Tenggara, dan Kalimantan—masyarakat masih bergantung pada sumber listrik tidak stabil atau bahkan belum memiliki akses sama sekali. Desa Menamang Kanan di Kalimantan Barat, misalnya, telah mengandalkan PLTS berkapasitas 87 kWp sebagai pengganti pemasok utama listrik desa sejak 2022, sebuah solusi sementara yang menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan infrastruktur energi di kawasan tersebut.
Di sisi lain, program jargas bertujuan menekan ketergantungan rumah tangga dan industri kecil pada LPG yang harganya fluktuatif. Dengan mengalirkan gas bumi langsung melalui pipa, pemerintah berharap beban subsidi energi dapat ditekan sekaligus kualitas hidup warga meningkat. Program konkit untuk petani menjadi bagian integral dari strategi ini, mengingat sektor pertanian merupakan pengguna energi terbesar di pedesaan.
FAQ
Berapa total anggaran ESDM dalam RAPBN 2027? Totalnya Rp 27,37 triliun, dengan porsi terbesar (Rp 22 triliun) dialokasikan untuk jargas dan listrik desa.
Siapa yang menyetujui anggaran tersebut? Komisi XII DPR RI, komisi yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, telah memberikan persetujuan atas besaran anggaran tersebut.
Apa target utama dari alokasi Rp 22 triliun? Perluasan jaringan gas rumah tangga, pembangunan pipa transmisi gas, program konkit bagi petani, serta penyediaan listrik di wilayah pedesaan yang belum terjangkau.
Kapan target universal akses listrik nasional akan tercapai? Pemerintah menargetkan seluruh warga Indonesia menikmati akses listrik pada tahun 2029.