NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina Percepat Produksi Migas, Dukung Kemandirian Energi Nasional

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Christopher Wilson - nusautama.com

Foto : Christopher Wilson - nusautama.com

Pertamina Dorong Kenaikan Produksi Migas untuk Ketahanan Energi

Nusautama.com – Pertamina mempercepat berbagai langkah peningkatan produksi minyak dan gas bumi guna menjaga ketahanan energi nasional. Upaya ini juga diarahkan untuk membantu pencapaian sasaran pemerintah, yakni produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari.

Di tengah peralihan bertahap menuju sumber energi beremisi lebih rendah, minyak dan gas masih memegang peran besar dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia. Karena itu, pengelolaan lapangan yang telah berproduksi, penambahan kegiatan pengeboran, serta pencarian sumber daya baru tetap menjadi agenda penting perusahaan.

Migas Masih Menjadi Penopang Pasokan Energi

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap migas masih tinggi. Kondisi tersebut membuat peningkatan produksi domestik menjadi penting, baik untuk menjaga ketersediaan pasokan maupun memperkuat kemandirian energi nasional.

“Kami menyadari betul bahwa kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi, kemampuan, serta sumber daya yang kami miliki akan kami kerahkan sepenuhnya, agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat,” ujar Oki dalam Simposium IATMI ke-18 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Penguatan produksi tidak hanya bergantung pada pembukaan wilayah baru. Pertamina juga menaruh perhatian pada optimalisasi aset yang sudah berjalan, termasuk perawatan sumur, peningkatan kinerja lapangan, dan pelaksanaan pengeboran pengembangan.

Teknologi Enhanced Oil Recovery atau EOR turut menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah memasuki tahap produksi lanjut. Penerapan teknologi tersebut penting karena sejumlah lapangan migas Indonesia telah lama beroperasi dan memerlukan pendekatan teknis yang lebih kompleks untuk mempertahankan produktivitasnya.

Pengembangan Cadangan Konvensional dan Nonkonvensional

Selain memaksimalkan lapangan eksisting, Pertamina melanjutkan eksplorasi serta pengembangan sumber daya baru. Langkah ini mencakup cadangan konvensional maupun nonkonvensional sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan pasokan energi dalam jangka panjang.

Eksplorasi memiliki arti penting bagi keberlanjutan industri hulu migas. Produksi dari sebuah lapangan pada umumnya akan menurun seiring waktu, sehingga penemuan dan pengembangan sumber daya baru dibutuhkan agar kemampuan produksi nasional dapat terus dijaga.

Sejumlah wilayah kerja strategis telah menjadi bagian dari perjalanan pengelolaan aset hulu Pertamina. Pengelolaan Offshore North West Java atau ONWJ dimulai pada 2009, disusul West Pangkah Offshore pada 2011. Setelah itu, Banyu Urip masuk dalam pengelolaan pada 2016, Mahakam pada 2018, dan Blok Rokan pada 2021.

Pengelolaan bertahap atas wilayah-wilayah tersebut memperlihatkan besarnya tanggung jawab Pertamina dalam menjaga aktivitas produksi migas nasional. Setiap wilayah memiliki karakteristik reservoir, tantangan operasi, serta kebutuhan investasi yang berbeda, sehingga strategi pengembangannya perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Blok Rokan Menjadi Fokus Pengembangan

Blok Rokan menjadi salah satu aset yang mendapat perhatian besar dalam upaya peningkatan produksi. Wilayah kerja ini mempunyai sejarah panjang sebagai daerah penghasil minyak, dengan akumulasi produksi historis sekitar 11 miliar barel.

Pertamina masih melihat peluang pengembangan yang besar di blok tersebut. Optimalisasi diarahkan pada pengelolaan lapangan minyak berat, pemenuhan kebutuhan listrik bagi operasi, penggunaan teknologi pengeboran pada lapisan dengan kualitas lebih rendah, serta pengembangan bahan kimia khusus untuk meningkatkan perolehan minyak.

Minyak berat memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan minyak dengan karakteristik lebih ringan. Tantangan teknis, kebutuhan energi operasi, dan teknologi pengangkatan minyak menjadi faktor yang harus dikelola secara terintegrasi agar potensi lapangan dapat dikembangkan secara optimal.

Di sisi lain, pengembangan lapisan berkualitas rendah menuntut ketepatan dalam perencanaan pengeboran dan evaluasi reservoir. Pendekatan ini memungkinkan potensi yang sebelumnya belum optimal untuk kembali dipertimbangkan sebagai bagian dari peningkatan produksi.

”Kami menargetkan Produksi Blok Rokan meningkat signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi migas serta mempercepat investasi dan kegiatan operasional, untuk menjaga ketersediaan energi,” tutup Oki.

Investasi dan Sinergi Menentukan Keberlanjutan Produksi

Peningkatan produksi migas membutuhkan kerja sama banyak pihak, mulai dari pelaku operasi, penyedia teknologi, pemerintah, hingga pemangku kepentingan di daerah. Percepatan investasi dan kelancaran kegiatan operasional menjadi unsur penting agar rencana pengembangan lapangan dapat berjalan sesuai target.

Bagi masyarakat, keberlanjutan produksi domestik berkaitan dengan tersedianya energi yang andal untuk kegiatan sehari-hari, transportasi, industri, dan layanan publik. Penguatan produksi di dalam negeri juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi ketika kebutuhan masih tinggi dan transisi energi berlangsung secara bertahap.

Dengan kombinasi pengelolaan lapangan yang ada, penerapan teknologi peningkatan perolehan minyak, serta eksplorasi cadangan baru, Pertamina menempatkan sektor hulu migas sebagai salah satu fondasi untuk mendukung pasokan energi nasional dalam jangka panjang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pertamina Percepat Produksi Migas Dukung Kemandirian?

Pertamina Percepat Produksi Migas Dukung Kemandirian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina Percepat Produksi Migas Dukung Kemandirian matter?

Pertamina Percepat Produksi Migas Dukung Kemandirian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.