NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Hentikan Kasus Hak Cipta G-Dragon dan Yang Hyun Suk, Ini Alasannya

Published Oktober 9, 2026 · Updated Oktober 9, 2026 · By Christopher Miller - nusautama.com

Foto : Christopher Miller - nusautama.com

Nusautama.com – Polisi Hentikan Kasus Hak Cipta yang melibatkan G-Dragon dan pendiri YG Entertainment, Yang Hyun Suk. Kepolisian Korea Selatan memutuskan tidak meneruskan perkara tersebut ke kejaksaan setelah menilai tidak ada dasar yang cukup untuk membuktikan adanya pelanggaran hak cipta.

Keputusan ini mengakhiri penyelidikan atas laporan seorang komposer yang menuduh lagu ciptaannya digunakan tanpa izin. Kasus tersebut sempat menarik perhatian publik karena melibatkan nama besar di industri musik Korea serta proses pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan penyidik.

Menurut laporan Allkpop, Kepolisian Mapo Seoul pada 7 April 2026 memutuskan untuk menghentikan penyelidikan. Polisi menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia belum cukup untuk mendukung dugaan pelanggaran hak cipta oleh G-Dragon, Yang Hyun Suk, maupun pihak lain yang turut dilaporkan.

Polisi Hentikan Kasus Hak Cipta karena Bukti Dinilai Tidak Cukup

Dalam penanganan perkara ini, penyidik mempertimbangkan unsur penting dalam dugaan pelanggaran hak cipta, termasuk kemungkinan adanya niat untuk menggunakan karya orang lain tanpa hak. Polisi menyatakan sulit untuk membuktikan bahwa G-Dragon, Yang Hyun Suk, atau pihak terkait memiliki niat melakukan pelanggaran.

Karena alasan itu, Polisi Hentikan Kasus Hak Cipta tersebut dan memilih tidak mengirimkannya ke kejaksaan. Keputusan tidak melanjutkan perkara menunjukkan bahwa penyelidikan tidak menemukan dasar yang memadai untuk membawa tuduhan itu ke tahap penuntutan.

Sebelumnya, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan laporan tersebut. Penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor pusat YG Entertainment serta lokasi lain sebanyak dua kali pada tahun lalu sebagai bagian dari upaya mengumpulkan bukti dan memeriksa dokumen yang relevan.

Langkah penyelidikan tersebut memperlihatkan bahwa laporan tidak langsung diabaikan. Namun, pemeriksaan dan pengumpulan bukti pada akhirnya tidak menghasilkan temuan yang dapat memperkuat klaim adanya penggunaan karya musik tanpa izin.

Awal Laporan terhadap G-Dragon dan Yang Hyun Suk

Kasus ini bermula pada November 2024. Seorang komposer yang diidentifikasi sebagai A melaporkan G-Dragon dan sejumlah pihak terkait. A mengklaim lagu berjudul G-DRAGON yang ia ciptakan dan aransemen pada 2001 digunakan tanpa izin dalam konser solo G-Dragon pada 2009.

Menurut laporan tersebut, karya yang dipersoalkan kemudian disebut muncul dalam album live Shine a Light pada 2010 dengan judul My Age Is 13. A juga menyoroti bahwa namanya tidak tercantum dalam kredit lagu tersebut.

Tuduhan itu dibantah sejak awal oleh YG Entertainment. Pihak agensi menjelaskan bahwa dalam konser solo G-Dragon pada 2009 terdapat dua lagu dengan judul yang sama. Oleh sebab itu, salah satu lagu menggunakan judul My Age Is 13 sebagai pembeda.

Menurut penjelasan YG Entertainment, penggunaan judul tersebut bukan tindakan untuk mengganti identitas karya maupun mengambil lagu milik orang lain tanpa persetujuan. Agensi menegaskan penamaan itu berkaitan dengan kebutuhan membedakan dua lagu yang memiliki judul sama dalam penampilan konser.

Arti Keputusan bagi Para Pihak

Keputusan polisi untuk menghentikan penyelidikan berarti perkara ini tidak diteruskan ke kejaksaan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Dengan demikian, tuduhan terhadap G-Dragon dan Yang Hyun Suk tidak memiliki cukup dasar pembuktian untuk diproses lebih lanjut dalam jalur tersebut.

Bagi publik, kasus ini juga menegaskan pentingnya membedakan antara kesamaan judul lagu dan dugaan penggunaan karya musik tanpa izin. Dalam sengketa hak cipta, judul, kredit, riwayat penciptaan, penggunaan karya, serta bukti mengenai niat para pihak dapat menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan.

Polisi Hentikan Kasus Hak Cipta ini setelah melalui tahapan pengumpulan informasi, pemeriksaan pihak terkait, dan penggeledahan. Meski perkara telah dihentikan, kasus tersebut tetap menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana tuduhan mengenai karya musik diperiksa sebelum dapat dibawa ke proses penuntutan.

FAQ Polisi Hentikan Kasus Hak Cipta G-Dragon

Mengapa polisi menghentikan kasus hak cipta G-Dragon?

Polisi menghentikan perkara karena tidak menemukan dasar bukti yang cukup untuk membuktikan pelanggaran hak cipta. Penyidik juga menilai sulit membuktikan adanya niat dari G-Dragon, Yang Hyun Suk, atau pihak lain untuk melakukan pelanggaran.

Siapa yang melaporkan kasus ini?

Laporan diajukan oleh seorang komposer yang diidentifikasi sebagai A pada November 2024. Ia mengklaim lagu ciptaan dan aransemennya digunakan tanpa izin.

Lagu apa yang dipermasalahkan dalam laporan tersebut?

A menyebut lagu berjudul G-DRAGON yang ia ciptakan dan aransemen pada 2001. Lagu itu diklaim digunakan dalam konser solo G-Dragon pada 2009 dan kemudian berkaitan dengan judul My Age Is 13 dalam album live Shine a Light.

Bagaimana tanggapan YG Entertainment?

YG Entertainment membantah tuduhan itu. Agensi menyatakan ada dua lagu dengan judul sama dalam konser 2009, sehingga judul My Age Is 13 digunakan hanya untuk membedakan salah satunya.

Related Reading