NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sepasang Betis Korban Mutilasi Saepullah Ditemukan di Depok, Polisi Cari Bagian Lain

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Nancy Anderson - nusautama.com

Foto : Nancy Anderson - nusautama.com

Sepasang Betis Korban Mutilasi Ditemukan di Depok

Nusautama.com – Sepasang Betis Korban Mutilasi Saepullah kembali menjadi sorotan setelah Unit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua potongan tungkai bawah yang terdampar di Kali Grogol, Depok, pada Kamis (20/8). Temuan tersebut diyakini kuat sebagai bagian dari jasad Kunaefi, pria berusia 51 tahun yang tewas dalam peristiwa pembunuhan berencana di kawasan Cipayung, Depok.

Latar Kasus dan Kronologi Pembunuhan

Kasus ini bermula dari perselisihan antara pelaku, Saepullah (26), dan rekannya sendiri di sebuah rumah kontrakan di Cipayung, Depok. Berdasarkan keterangan penyidik, pelaku merencanakan pembunuhan tersebut secara matang sebelum mengeksekusi korban di lokasi kontrakan. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku melakukan pemotongan pada jasad agar lebih mudah dipindahkan dan dibuang ke aliran sungai.

Sehari sebelum temuan di Kali Grogol, potongan paha (tungkai atas) telah lebih dulu ditemukan di sungai Limo, Depok. Sampel tersebut langsung dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani uji laboratorium forensik, termasuk pencocokan DNA dan pemeriksaan morfologi tulang. Hasil uji tersebut menjadi dasar bagi tim Resmob untuk mengonfirmasi bahwa seluruh potongan berasal dari satu individu yang sama.

Mekanisme Pemotongan dan Pembungkusan

Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pelaku membagi jasad menjadi dua segmen utama—bagian atas dan bagian bawah—sebelum memotong bagian bawah menjadi empat potongan, yakni dua paha dan dua betis. Seluruh potongan kemudian dimasukkan ke dalam satu wadah tunggal.

"Untuk mutilasi, dari awal itu bagian besarnya dua, bagian atas dan bagian bawah. Kemudian bagian bawah itu menjadi empat, paha dan bagian betis," ujar Ipda Breggy, Kamis (20/8).

Menurut keterangan yang sama, pelaku membungkus seluruh potongan menggunakan plastik atau karung berwarna putih, lalu melapisinya dengan kantong sampah hitam (trash bag) sebelum melemparkannya ke satu titik di sungai. Metode pembungkusan ini diduga dimaksudkan agar jasad tenggelam dan tidak mudah terlihat oleh warga sekitar.

Penyebab Tersebarnya Potongan Jasad

Diduga bungkusan tersebut rusak selama hanyut di sungai, sehingga potongan-potongan terpisah dan tersebar ke berbagai titik. Arus air, curah hujan yang tinggi, serta faktor lingkungan lainnya memperbesar kemungkinan pemisahan antarbagian. Kondisi ini membuat proses pencarian menjadi jauh lebih kompleks karena setiap potongan dapat tersangkut di lokasi yang berbeda-beda.

"Awalnya memang empat bagian itu di satu kantong yang sama. Karena pembuangan di sungai, arus, hujan, dan segala macamnya, memang memungkinkan untuk terpisah bagian-bagian potongan mayat tersebut," tambah Breggy Yesaya Imanuel Sutijono.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih menelusuri keberadaan bagian tubuh lainnya yang belum ditemukan. Tim Resmob bekerja sama dengan warga sekitar dan petugas kebersihan sungai untuk menyisir aliran Kali Grogol serta sungai-sungai kecil di sekitarnya. Proses identifikasi lanjutan juga terus dilakukan di RS Polri Kramat Jati guna memastikan seluruh potongan telah terkumpul dan dapat direkonstruksi secara utuh.

FAQ: Informasi Praktis Terkait Kasus

Di mana potongan tubuh terakhir ditemukan?

Dua potongan tungkai bawah ditemukan di Kali Grogol, Depok, pada Kamis (20/8). Sebelumnya, potongan paha telah ditemukan di sungai Limo, Depok, sehari sebelumnya. Keduanya kini berada di RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan forensik lanjutan.

Bagaimana proses identifikasi dilakukan?

Tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pencocokan morfologi tulang, analisis DNA, serta pemeriksaan fisik terhadap setiap potongan. Hasil uji laboratorium menjadi dasar hukum untuk mengonfirmasi bahwa seluruh bagian berasal dari satu individu, yaitu Kunaefi (51).

Apakah bagian tubuh lain masih dicari?

Ya. Berdasarkan keterangan Ipda Breggy, bagian atas tubuh serta potongan-potongan lain yang belum ditemukan masih dalam proses penelusuran. Warga yang melihat benda mencurigakan di aliran sungai diimbau segera menghubungi pihak kepolisian terdekat atau menghubungi nomor layanan darurat 110.

Related Reading