NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prokrastinasi Bukan Sekadar Malas, Psikologi Ungkap Alasan Suka Menunda Pekerjaan dan Solusinya

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By James Smith - nusautama.com

Foto : James Smith - nusautama.com

Menunda Bukan Tanda Malas: Membedah Akar Psikologis Prokrastinasi

Nusautama.com – Kebiasaan menunda tugas kerap dilabeli sebagai bentuk kemalasan atau lemahnya kontrol diri. Kenyataannya, di balik perilaku tersebut tersimpan lapisan dinamika psikologis yang jauh lebih rumit dari sekadar ketiadaan motivasi.

Menelusuri motif di balik penghindaran tugas menjadi langkah krusial sebelum seseorang mampu memutus siklus penundaan itu sendiri.

Prokrastinasi sebagai Keluhan Utama di Ruang Terapi

Psikolog Stephen A. Diamond, sebagaimana dikutip Psychology Today pada Senin (24/8/2026), mencatat bahwa kecenderungan menunda pekerjaan menempati posisi paling dominan di antara keluhan yang dibawa klien maupun pasien ke sesi psikoterapi.

Pada bagian kedua dari seri tulisannya tentang prokrastinasi, Diamond menyoroti benturan eksistensial dan psikologis yang secara diam-diam menopang perilaku menunda, sekaligus memetakan cara seseorang dapat berhadapan langsung dengan benturan tersebut.

Konflik antara "Diri Dewasa" dan "Anak Batin"

Diamond mengidentifikasi bahwa prokrastinasi kerap berakar pada pertentangan tak sadar antara dua sisi kepribadian: sisi dewasa yang matang dan penuh tanggung jawab, serta sisi "anak batin" (inner child) yang bersifat impulsif dan mencari stimulasi instan.

Sisi dewasa memahami secara rasional apa yang seharusnya diselesaikan. Sebaliknya, sisi anak batin menolak tugas yang terasa monoton, repetitif, atau tidak menyenangkan, lalu mengalihkan energi ke aktivitas yang menjanjikan kepuasan segera.

Kecenderungan ini oleh Diamond dikaitkan dengan konsep pleasure principle yang dirumuskan Sigmund Freud pada tahun 1911, yaitu dorongan bawaan untuk menjauhi rasa sakit dan mengejar kesenangan.

Mengarahkan Dorongan, Bukan Menindasnya

Dalam rutinitas harian, bagian kepribadian yang lebih matang inilah yang bertugas menyalurkan dan mendisiplinkan dorongan impulsif tersebut agar tidak mengambil alih kendali. Sementara itu, dalam konteks psikoterapi, meningkatnya kesadaran terhadap kedua sisi diri ini membuka ruang bagi seseorang untuk membuat pilihan secara lebih sadar, terukur, dan bertanggung jawab.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prokrastinasi Bukan Sekadar Malas Psikologi Ungkap?

Prokrastinasi Bukan Sekadar Malas Psikologi Ungkap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prokrastinasi Bukan Sekadar Malas Psikologi Ungkap matter?

Prokrastinasi Bukan Sekadar Malas Psikologi Ungkap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.