NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Berlanjut, Tim SAR Gabungan Sisir 7 Sektor

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By David Jackson - nusautama.com

Foto : David Jackson - nusautama.com

Operasi Pencarian Delapan Orang di Perairan Sunda Kelapa Masuki Hari Ketujuh

Nusautama.com – Upaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di Perairan Sunda Kelapa kembali dilakukan pada Senin, 14 September 2026. Memasuki hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan memperluas cakupan pencarian dengan membagi wilayah operasi ke dalam tujuh sektor.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, dan darat. Pengaturan sektor bertujuan agar unsur yang dikerahkan dapat menjangkau area pencarian secara lebih terarah, sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan untuk menemukan delapan korban yang belum diketahui keberadaannya.

Delapan orang yang masih dalam pencarian adalah Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal, serta Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu. Lima lainnya merupakan pekerja media dan pekerja lepas, yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal (51), pekerja lepas.

Tujuh Area Pencarian

Pada operasi hari ketujuh, wilayah pencarian mencakup Sektor X dengan luas 831 nautical mile persegi. Tim juga bergerak di Sektor Z seluas 512 nautical mile, Sektor V seluas 1.182 nautical mile, serta Sektor W dengan cakupan 1.167 nautical mile.

Area lain yang turut disisir meliputi Sektor U seluas 481 nautical mile, Sektor Y seluas 413 nautical mile, dan Sektor H yang menjadi wilayah terluas dengan cakupan 2.063 nautical mile. Pembagian sektor tersebut menggambarkan besarnya area perairan yang harus diperiksa oleh tim gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menegaskan seluruh sumber daya terus dimaksimalkan, termasuk melalui perluasan jangkauan dibandingkan operasi sebelumnya. Koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting agar pencarian di setiap sektor dapat berjalan serempak.

“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan 8 korban yang masih hilang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” terang dia.

Armada Laut, Helikopter, dan Drone Thermal Dikerahkan

Unsur laut menjadi bagian utama dalam penyisiran di tiap sektor. Sejumlah kapal dan perahu penyelamat dikerahkan, termasuk KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KP Sanjaya.

Operasi tersebut juga melibatkan RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta berbagai kapal patroli lain. Kehadiran armada dengan kemampuan berbeda memungkinkan tim melakukan pencarian di kawasan yang telah dibagi sesuai kebutuhan operasi.

Dari udara, pencarian didukung helikopter HR 3604 dan dua drone thermal milik Basarnas. Dukungan udara memberi jangkauan pandang tambahan bagi petugas saat menyisir area pencarian, terutama untuk mengamati hamparan perairan dari sudut yang tidak dapat dicapai kapal secara langsung.

Unsur darat juga disiagakan sebagai bagian dari operasi. Personel dan perlengkapan berasal dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya. Keterlibatan banyak unsur menunjukkan pencarian tidak hanya bergantung pada armada di laut, tetapi juga pada kesiapan koordinasi, dukungan medis, dan kebutuhan operasional di lapangan.

Keselamatan Petugas Tetap Menjadi Prioritas

Pencarian korban di wilayah perairan memerlukan pengaturan yang ketat karena petugas harus bekerja dalam area luas dengan unsur laut dan udara yang bergerak bersamaan. Karena itu, keselamatan setiap personel tetap ditempatkan sebagai perhatian utama selama operasi berlangsung.

“Kami mengimbau seluruh unsur SAR Gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan pencarian. Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” ujarnya.

Di Jakarta, sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk harapan agar seluruh korban segera ditemukan.

Operasi pencarian pada hari ketujuh memperlihatkan bahwa seluruh unsur masih berupaya memperluas penyisiran melalui tujuh sektor yang telah ditetapkan. Fokus utama tetap pada pencarian delapan orang yang hilang, dengan dukungan kapal, helikopter, drone thermal, personel darat, dan koordinasi lintas lembaga.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru?

Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru matter?

Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.