NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Di Maria Ejek Suporter Brasil, Pamer Tato Trofi Piala Dunia saat Rosario Central vs Corinthians

Published Agustus 22, 2026 · Updated Agustus 22, 2026 · By Christopher Wilson - nusautama.com

Foto : Christopher Wilson - nusautama.com

Di Maria Ejek Suporter Brasil dengan Tato Piala Dunia

Nusautama.com – Momen kontroversial kembali menghiasi panggung Copa Libertadores ketika Di Maria ejek suporter Brasil dengan cara yang tak pernah dibayangkan siapa pun. Dalam pertandingan Rosario Central melawan Corinthians, Angel Di Maria — yang kini berusia 38 tahun — mengangkat kedua kakinya ke arah tribun tamu dan memperlihatkan tato bergambar trofi Piala Dunia yang menghiasi betisnya. Rekaman gestur tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh media sosial setelah Fabrizio Romano mengunggahnya, mengubah sebuah laga sepak bola menjadi perdebatan lintas negara.

Bagi ribuan pendukung Corinthians yang memadati stadion, tindakan itu bukan sekadar pamer pencapaian. Tato tersebut menjadi pengingat tajam atas kekalahan final Piala Dunia 2022, ketika Argentina menumbangkan Prancis di depan jutaan pasang mata. Di Maria ejek suporter Brasil bukan dengan kata-kata, melainkan dengan simbol yang tak bisa diabaikan: piala yang ia sentuh langsung di laga paling menentukan dalam sejarah sepak bola Argentina.

Reaksi tribun langsung pecah. Sorakan berubah menjadi teriakan protes, dan beberapa suporter Brasil dilaporkan meninggalkan kursi sebelum babak kedua berakhir. Di sisi lain, pendukung Rosario Central menyambut gestur itu dengan tepuk tangan meriah, menjadikan insiden tersebut salah satu momen paling dibicarakan dalam sejarah Copa Libertadores musim ini.

Jejak Karier dari Rosario hingga Puncak Eropa

Ironi situasi ini sulit diabaikan. Di Maria memulai seluruh perjalanannya di Rosario Central, klub yang kini menjadi rumahnya kembali. Dari sana ia hijrah ke Benfica, lalu menjejakkan kaki di Real Madrid selama empat musim (2010–2014), periode yang menempatkannya sebagai salah satu gelandang sayap paling mematikan di generasinya. Setelah Madrid, ia melanjutkan karier di Manchester United, Paris Saint-Germain, dan Juventus sebelum akhirnya memilih pulang ke Argentina.

Keputusan kembali ke Rosario Central bukan sekadar nostalgia. Ia membawa pulang pengalaman lebih dari satu dekade di liga-liga terkuat Eropa, serta reputasi yang dibangun melalui ratusan pertandingan di level tertinggi. Kini, setiap langkahnya di lapangan masih menjadi sorotan, dan setiap gesturnya di depan tribun berimplikasi jauh melampaui sembilan puluh menit pertandingan.

Prestasi Internasional dan Dampak Gestur

Di level tim nasional, daftar pencapaian Di Maria mencakup Copa América, Finalissima, dan yang paling menentukan: Piala Dunia 2022. Pada laga final kontra Prancis, ia mencatatkan namanya di papan skor — gol yang mengubah jalannya sejarah sepak bola Argentina. Tato di kedua kakinya bukan ornamen kosong; ia adalah monumen pribadi atas kontribusi langsung dalam kemenangan terbesar dalam sejarah negaranya.

Mengingat konteks tersebut, gestur di stadion Rosario Central menjadi lebih dari sekadar provokasi. Ia adalah pernyataan bahwa memori atas final 2022 masih hidup, dan bahwa Di Maria ejek suporter Brasil dengan cara yang paling personal: menunjukkan bukti fisik bahwa ia bagian dari cerita itu. Rosario Central sendiri telah tersingkir dari Copa Libertadores, sehingga masa depan Di Maria di lapangan kini menggantung di persimpangan antara melanjutkan karier atau menutup lembaran setelah satu dekade lebih di panggung tertinggi.

FAQ: Di Maria Ejek Suporter Brasil

Apa yang dilakukan Di Maria saat Rosario Central vs Corinthians? Ia mengangkat kedua kakinya ke arah tribun Corinthians dan memperlihatkan tato bergambar trofi Piala Dunia di betisnya. Rekaman momen itu viral setelah Fabrizio Romano mengunggahnya ke media sosial.

Kapan dan di mana insiden ini terjadi? Insiden berlangsung selama pertandingan Copa Libertadores antara Rosario Central dan Corinthians. Laga tersebut menjadi sorotan karena gestur Di Maria memicu reaksi keras dari suporter Brasil yang hadir di tribun tamu.

Apakah Di Maria masih aktif bermain? Ya, ia masih terdaftar sebagai pemain Rosario Central. Namun, dengan tersingkirnya klub dari Copa Libertadores dan usianya yang telah mencapai 38 tahun, masa depannya di lapangan profesional kini menjadi pertanyaan terbuka bagi dirinya sendiri dan para penggemar.

"Setiap tato punya cerita. Bagi Di Maria, cerita itu ditulis di final Piala Dunia 2022 — dan ia tidak ragu menunjukkannya ke siapa pun yang ingin mengingatnya."

Related Reading