NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

DPC PDIP Surabaya Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa asal NTT yang Terdampak Gempa

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By James Smith - nusautama.com

Foto : James Smith - nusautama.com

DPC PDIP Surabaya Salurkan Bantuan Mahasiswa NTT

Nusautama.com – Pada Sabtu (22/8), kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Setail, Surabaya, berubah menjadi pusat distribusi ratusan paket kebutuhan pokok bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang sedang menempuh pendidikan di kota tersebut. Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen DPC PDIP Surabaya Salurkan Bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam di daerah asal mereka. Kader partai bersama perwakilan Forum Komunikasi Pemuda NTT (FKP NTT) Surabaya hadir di lokasi untuk memastikan setiap paket tiba tepat di tangan mahasiswa yang membutuhkan.

Gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT beberapa waktu lalu meninggalkan dampak berkepanjangan bagi ribuan keluarga di pulau tersebut. Bagi mahasiswa yang jauh dari kampung halaman, situasi ini berarti kehilangan sumber penghasilan utama secara mendadak. Ketika komunikasi terputus, jaringan listrik padam, dan aktivitas ekonomi lumpuh di daerah asal, kemampuan mereka memenuhi kebutuhan harian di Surabaya ikut terhenti secara drastis. Banyak di antara mereka terpaksa mengurangi porsi makan atau menunda kebutuhan akademik karena keterbatasan dana.

Armuji Pimpin Langsung Pembagian Paket

Armuji, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga menjabat Wakil Wali Kota, memimpin langsung proses pembagian bantuan di halaman kantor partai. Ia menegaskan bahwa respons cepat terhadap mahasiswa NTT bukan sekadar agenda politik, melainkan panggilan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda. Kehadiran Armuji di tengah para penerima bantuan menjadi sinyal bahwa institusi partai hadir bukan hanya di ruang sidang, tetapi juga di lapangan ketika warga membutuhkan uluran tangan.

"Banyak keluarga mahasiswa di NTT yang terdampak gempa. Komunikasi terhambat, listrik padam, aktivitas ekonomi juga terganggu. Karena itu kami bergotong royong mengumpulkan bantuan sembako untuk meringankan beban adik-adik mahasiswa yang sedang kuliah di Surabaya," ujar Armuji di hadapan para penerima bantuan.

Menurut Armuji, sebagian besar mahasiswa NTT di Surabaya masih bergantung penuh pada kiriman dari keluarga di kampung. Ketika bencana melanda, rantai pasokan itu terputus dan mahasiswa terpaksa berhadapan dengan keterbatasan finansial yang sangat berat di tengah biaya hidup kota besar. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap tekanan ekonomi yang dapat mengganggu konsentrasi belajar dan bahkan memaksa sebagian untuk sementara waktu meninggalkan perkuliahan.

Posko Komunikasi dan Dukungan Berkelanjutan

Di samping distribusi sembako, DPC PDIP Surabaya juga mengaktifkan posko komunikasi di kantor Jalan Setail. Mahasiswa NTT dapat memanfaatkan fasilitas telepon dan internet di posko tersebut untuk menghubungi keluarga di daerah asal, menyampaikan kebutuhan mendesak, serta memperoleh informasi terkini tentang kondisi kampung halaman yang masih dalam fase pemulihan pascagempa.

Armuji menegaskan bahwa perhatian terhadap mahasiswa NTT adalah kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat, bukan tanggung jawab satu pihak saja. Mereka yang jauh dari keluarga, kata dia, memerlukan dukungan ekstra ketika kampung halaman tengah dilanda musibah. DPC PDIP Surabaya Salurkan Bantuan secara berkelanjutan hingga kondisi di NTT kembali stabil dan mahasiswa dapat kembali mengandalkan penghasilan keluarga seperti semula.

FAQ: Informasi Praktis untuk Mahasiswa NTT di Surabaya

Related Reading