NusaUtama
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Daging Sapi di Surabaya tembus Rp 150 Ribu per Kg, RPH Jamin Stok Aman

Published Oktober 24, 2026 · Updated Oktober 24, 2026 · By Charles Miller - nusautama.com

Foto : Charles Miller - nusautama.com

Harga Daging Sapi Kelas I di Surabaya Bertahan Rp150 Ribu per Kilogram

Nusautama.com – Harga daging sapi kualitas pertama di sejumlah pasar Surabaya kini berada pada kisaran Rp150.000 per kilogram. Nilai tersebut menjadi perhatian karena daging sapi merupakan salah satu kebutuhan pangan yang kerap dipantau pergerakannya, terutama saat harga bahan pokok lain ikut berubah.

Meski harga masih berada di level tinggi, kebutuhan daging sapi masyarakat Surabaya dipastikan tetap dapat dipenuhi. Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya menyatakan persediaan yang tersedia mencukupi untuk menjaga kelancaran pasokan ke pasar.

Harga Stabil Sejak Juni

Direktur Utama RPH Surabaya Fajar A. Isnugroho menyampaikan bahwa angka harga yang terlihat saat ini bukan lonjakan mendadak. Perkembangannya cenderung menetap sejak Juni, sehingga harga daging sapi di pasaran menunjukkan pola yang relatif stabil selama beberapa bulan terakhir.

“Jadi, kondisi yang kita lihat sekarang merupakan pola kestabilan harga yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir,” katanya di Surabaya, Sabtu (24/10).

Stabilnya harga tidak serta-merta berarti nilainya rendah bagi pembeli. Dengan harga Rp150.000 per kilogram untuk daging kelas I, masyarakat tetap perlu menyesuaikan pengeluaran belanja pangan, khususnya bagi rumah tangga maupun pelaku usaha makanan yang menggunakan daging sapi sebagai bahan utama.

Namun, keberadaan pasokan yang memadai penting untuk menjaga pilihan konsumen di pasar. Ketersediaan barang dapat membantu mencegah kekhawatiran akan kelangkaan, sekaligus memberi ruang bagi pasar untuk berjalan tanpa tekanan akibat terbatasnya daging yang masuk.

Pemantauan di Pasar Tambahrejo

Tim Monitoring Daging RPH Surabaya melakukan pengecekan di Pasar Tambahrejo pada Jumat (23/10). Dari pemantauan tersebut, daging sapi kelas I tercatat dijual sekitar Rp150.000 per kilogram.

Sementara itu, jenis daging sapi lain berada pada harga sekitar Rp140.000 per kilogram. Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa kualitas dan jenis potongan tetap memengaruhi nilai jual yang ditemui pembeli di pasar tradisional.

Bagi konsumen, selisih harga antarjenis daging dapat menjadi pertimbangan saat berbelanja. Daging kelas I dipasarkan pada harga lebih tinggi, sedangkan pilihan lain tersedia di kisaran Rp140.000 per kilogram. Informasi ini juga dapat membantu pembeli memperkirakan kebutuhan belanja tanpa mengabaikan jenis daging yang sesuai dengan kebutuhan masakan.

“Kami terus memantau perkembangannya, termasuk memastikan ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” lanjutnya.

Pemantauan tidak hanya berfokus pada angka harga di satu waktu. RPH Surabaya juga memperhatikan keberlanjutan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani. Langkah ini relevan karena perubahan harga pangan perlu dilihat bersama kondisi ketersediaan barang di lapangan.

Koordinasi untuk Pengendalian Harga Pangan

Perkembangan harga dan pasokan daging sapi turut dibahas melalui koordinasi rutin bersama Pemerintah Kota Surabaya serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Forum tersebut digunakan untuk menelaah kondisi pasar dan menyiapkan evaluasi apabila diperlukan langkah lanjutan.

Koordinasi menjadi bagian penting dalam membaca dinamika harga kebutuhan pangan. Ketika harga daging sapi tetap tinggi dalam beberapa bulan, data dari pasar dapat membantu pihak terkait memahami apakah persediaan masih mencukupi dan bagaimana kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi.

Fajar menjelaskan bahwa perhatian terhadap harga daging sapi juga dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya. Harga komoditas ini dicermati karena telah bertahan pada tingkat tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Pengawasan bersama antara RPH, Pemerintah Kota Surabaya, TPID, dan BPS Kota Surabaya memperlihatkan bahwa daging sapi dipandang sebagai komoditas yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Bukan hanya harga jual yang menjadi fokus, tetapi juga kondisi pasokan yang menopang kebutuhan warga.

Pasokan Tetap Menjadi Faktor Utama

Kepastian stok dari RPH Surabaya memberi gambaran bahwa masyarakat masih dapat memperoleh daging sapi di pasar meski harga kelas I berada di Rp150.000 per kilogram. Pasokan yang terjaga penting agar aktivitas perdagangan tetap berlangsung dan kebutuhan konsumen tidak terganggu.

Dalam situasi harga yang cenderung stabil, pemantauan rutin tetap diperlukan. Harga yang tidak mengalami perubahan tajam dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar, tetapi tingkat harga yang tinggi tetap menjadi aspek yang perlu dievaluasi melalui koordinasi antarlembaga.

Masyarakat yang membutuhkan daging sapi dapat memperhatikan perbedaan harga sesuai kelas dan jenis daging yang tersedia. Daging kelas I tercatat berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, sedangkan jenis lainnya sekitar Rp140.000 per kilogram. Di sisi lain, RPH Surabaya menegaskan bahwa persediaan daging tetap aman untuk memenuhi kebutuhan warga kota.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Harga Daging Sapi di Surabaya tembus?

Harga Daging Sapi di Surabaya tembus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga Daging Sapi di Surabaya tembus matter?

Harga Daging Sapi di Surabaya tembus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.