𝕏 f WA
Internasional

Historic Moment: Iran Gelar Shalat Jenazah Akbar untuk Ali Khamenei

Historic Moment: Iran Gelar Shalat Jenazah Akbar untuk Ali Khamenei

Iran Gelar Shalat Jenazah Akbar untuk Ali Khamenei

Historic Moment – Dalam sebuah Historic Moment, Iran memperingati kepergian Ali Khamenei, pendiri dan pemimpin tertinggi negara tersebut, melalui shalat jenazah besar yang digelar di Masjid Imam Khomeini Mosalla, Teheran, pada Ahad (5/7). Upacara ini menandai akhir dari perjalanan politik dan spiritual sang tokoh, yang meninggal dunia pada 28 Februari setelah serangan militer AS-Israel yang mengguncang kestabilan Iran. Historic Moment ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga menggambarkan peran penting Khamenei dalam sejarah Iran modern. Ribuan warga, termasuk pemimpin negara sahabat dan tokoh agama, berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang menjadi simbol kekuatan dan kebijakan Iran sejak era revolusi tahun 1979.

Besarannya Upacara dan Partisipasi Masyarakat

Shalat jenazah yang digelar di Masjid Imam Khomeini Mosalla mengumpulkan ratusan ribu orang, dengan sebagian besar peserta tiba sejak dini hari untuk mengikuti prosesi. Mereka membawa bendera Iran serta tanda-tanda dukungan terhadap kepemimpinan Khamenei. Tidak hanya warga Iran, tetapi juga pendukung Syiah dari berbagai negara turut hadir, menunjukkan bahwa Historic Moment ini memiliki dampak global. Selain itu, upacara ini dihiasi dengan tarian dan nyanyian yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan, menggambarkan kecintaan masyarakat terhadap tokoh yang meninggal dalam usia 82 tahun.

Pemakaman resmi yang berlangsung selama beberapa hari melibatkan berbagai tahap ritual, termasuk perjalanan jenazah ke Qom, Irak, dan tempat-tempat suci Syiah lainnya. Prosesi ini bukan sekadar acara keagamaan, tetapi juga menjadi perayaan kolektif bagi masyarakat Iran yang menganggap Khamenei sebagai penginspirasi politik dan spiritual. Historic Moment ini menjadi kesempatan untuk mengenang perannya dalam memperkuat identitas Syiah di tengah berbagai peristiwa sejarah yang menentukan arah kebijakan Iran.

Peran Ulama dan Tokoh Politik dalam Upacara

Upacara di presidirkan oleh ulama senior Syiah, Ayatollah Jafar Sobhani, yang juga memimpin keseluruhan protokol agama. Di samping itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan pejabat militer serta politisi lainnya hadir, menunjukkan bahwa kepergian Khamenei memengaruhi struktur pemerintahan dan kebijakan nasional. Pemimpin agama dan tokoh-tokoh penting dari berbagai negara hadir sebagai bentuk penghormatan, sementara rakyat Iran membanjiri jalan-jalan Teheran dengan kerumunan yang menunjukkan solidaritas tanpa batas.

Khamenei, yang menjadi kekuatan politik dan agama sejak 1989, dikenang sebagai orang yang menggabungkan kebijakan luar negeri dan dalam negeri. Historic Moment ini juga menjadi pengingat akan hubungan diplomatik dan konflik antara Iran dengan negara-negara Barat, terutama AS. Dalam pidato singkat, para ulama memperingati bagaimana Khamenei membentuk identitas Iran sebagai negara Syiah yang kuat, sementara Pezeshkian menekankan konsistensi visi pemerintah dalam menghormati warisan agama dan politik sang pendiri.

Detail Upacara dan Tindakan Global

Prosesi shalat jenazah di Masjid Imam Khomeini Mosalla dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an oleh para ulama, diikuti oleh perayaan yang mencerminkan semangat solidaritas masyarakat. Khamenei dikenang sebagai seorang pemimpin yang sukses menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik dengan AS dan Israel, serta dalam membangun ekonomi Iran. Historic Moment ini juga menjadi momentum bagi pengikut Syiah di seluruh dunia, yang menganggap peristiwa ini sebagai pembuktian bahwa kekuatan spiritual tetap berpengaruh dalam politik global.

Selama upacara, banyak negara dan organisasi internasional memberikan dukungan melalui pesan resmi. Pemimpin dari negara-negara Muslim serta tokoh-tokoh agama mengirimkan ucapan belasungkawa, sementara media internasional memperhatikan Historic Moment ini sebagai tanda perubahan dalam dinamika politik Iran. Dalam konteks ini, pemakaman Khamenei menjadi simbol kekompakan antara agama dan kekuasaan, menggambarkan bagaimana peran ulama tetap menjadi tulang punggung kebijakan negara.

Konteks Sejarah dan Kembali ke Qom

Ali Khamenei memulai karier politiknya sebagai tokoh revolusioner, membantu menggulingkan rezim Shah Pahlawi dan menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989. Historic Moment ini mengingatkan dunia akan perannya dalam menetapkan arah politik dan ekonomi Iran, termasuk dalam kebijakan nuklir dan hubungan dengan negara-negara Timur Tengah. Setelah selesai di Teheran, jenazah dibawa ke Qom, kota suci Syiah, sebagai bagian dari perayaan yang melibatkan prosesi panjang dan partisipasi masyarakat luas.

Di Qom, upacara berlangsung lebih sederhana namun tetap penuh makna, dengan ratusan ribu warga menghadiri acara tersebut. Historic Moment ini juga menggambarkan keteguhan Iran dalam menjaga identitas keagamaan dan kebijakan luar negeri, meskipun menghadapi berbagai tekanan dari negara-negara Barat. Selain itu, rencana pemakaman di Irak menjadi langkah untuk menegaskan hubungan diplomatik dengan negara-negara Syiah di kawasan tersebut, sementara juga sebagai penghormatan terakhir kepada seorang pemimpin yang membawa Iran ke era baru.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *