Akses Transportasi Jadi Lebih Lancar, Pengunjung JIS Melonjak 300 Persen di Akhir Pekan
Important Visit ke Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dalam kunjungan ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa perbaikan akses transportasi telah berhasil menarik lebih banyak orang untuk mengunjungi JIS, terutama di akhir pekan. Penurunan kemacetan dan kecepatan perjalanan menuju venue tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan proyek strategis yang dilakukan pemerintah setempat.
Perbaikan Akses Transportasi dan Pengaruhnya
“Sekarang, pengunjung JIS bisa lebih mudah menuju lokasi. Bahkan, kemarin di hari Sabtu dan Minggu, jumlah orang yang datang melebihi 300 persen dibandingkan sebelumnya, termasuk di jam malam,” ujar Pramono saat diwawancara di Jakarta Pusat, Kamis. JIS, yang merupakan pusat kegiatan olahraga dan hiburan di kawasan Ancol, kini menjadi tujuan yang lebih menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya karena kemudahan transportasi yang ditawarkan. Dengan akses yang lebih baik, berbagai fasilitas seperti Stasiun KRL dan jembatan penyeberangan orang (JPO) telah menjadi faktor penentu dalam menarik pengunjung.
Perubahan ini tidak hanya memengaruhi jumlah pengunjung, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab pemerintah DKI dalam meningkatkan kualitas layanan infrastruktur. Pramono mengungkapkan bahwa akses yang lebih efisien telah menumbuhkan minat masyarakat terhadap JIS, terutama saat acara besar atau event weekend. Keberhasilan ini menjadi bagian dari Important Visit yang dilakukan dalam rangka mengevaluasi progres pembangunan kawasan Ancol.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Penggunaan JIS
Pramono juga menyoroti pentingnya penggunaan JIS secara optimal. Dalam Important Visit ke kawasan tersebut, ia menyatakan bahwa JIS tidak hanya menjadi venue untuk pertandingan sepak bola atau konser, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari. “Jangan sampai tempat ini hanya digunakan untuk acara besar selama beberapa bulan saja. Jika bisa digunakan secara rutin, pasti akan menjadi destinasi yang diminati berbagai kalangan,” tambahnya.
Menurut Pramono, keberhasilan Important Visit ini bukan hanya terkait kenaikan pengunjung, tetapi juga seputar kemudahan akses yang diberikan. Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur transportasi harus diimbangi dengan pengembangan fungsi JIS sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dengan JIS yang lebih mudah dijangkau, berbagai aktivitas seperti olahraga, kebudayaan, atau pendidikan bisa digali lebih dalam.
Kemitraan dan Harapan untuk Masa Depan
Pramono menyebutkan bahwa pembukaan Stasiun KRL dan JPO di JIS merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah DKI Jakarta dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Proyek ini dipercaya mampu meningkatkan ketersediaan layanan transportasi, baik untuk pengunjung umum maupun warga sekitar. “Ini menjadi salah satu harapan yang terwujud dalam pembangunan ibu kota,” kata Pramono, menambahkan bahwa JIS memiliki potensi besar untuk menjadi magnet pengunjung sepanjang tahun.
Komitmen terhadap pembangunan JIS juga terlihat dari rencana penggunaan lapangan secara lebih intensif. Dalam Important Visit, Pramono meminta seluruh pihak untuk terus memperkaya fungsi kawasan tersebut. Ia berharap JIS tidak hanya menjadi venue acara besar, tetapi juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti kegiatan komunitas, pendidikan, atau pengembangan ekonomi lokal. “JIS harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta, bukan sekadar tempat untuk acara jangka pendek,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari Important Visit, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang mulai memanfaatkan JIS untuk kegiatan olahraga di waktu malam hari. Ia menilai bahwa ketersediaan akses transportasi yang lebih baik telah memungkinkan masyarakat untuk mengunjungi JIS tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya berdampak pada kegiatan besar, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari masyarakat.
