𝕏 f WA
Jabodetabek

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Jakarta, 6 Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Jakarta, 6 Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama
Foto : Joseph Anderson - nusautama.com

Nusautama.com – “`html Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Jakarta 2026

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Jakarta: Enam Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama

Malam yang penuh makna akan menyapa kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas akan diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Acara ini menghadirkan sesi doa bersama untuk bangsa yang dipandu oleh enam tokoh agama terkemuka. Masing-masing perwakilan dari lima agama besar serta Konghuchu akan hadir dalam rangkaian tersebut, mencerminkan semangat persatuan dan kerukunan antarumat beragama.

Undangan Resmi dari Menteri Agama untuk Seluruh Rakyat Indonesia

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa bulan kemerdekaan merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama para tokoh lintas iman. Melalui kegiatan ini, bangsa Indonesia diharapkan dapat memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu (1/8) sebagaimana dilansir dari Antara.

Kehadiran para pemimpin agama tersebut menurutnya mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan bangsa. Selain itu, hal ini juga menunjukkan komitmen untuk menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merenungkan makna kemerdekaan dan memperbarui tekad bersama.

Doa Bersama untuk Bangsa: Momen Spiritual yang Menginspirasi

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Melalui doa bersama, seluruh peserta dan masyarakat diajak untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya bagi Bangsa Indonesia. Mereka juga memohon keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa. Doa akan dipanjatkan bergantian oleh para tokoh agama yang hadir, masing-masing mewakili keyakinan dan tradisi spiritual mereka.

Husni Ismail mewakili Islam, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mewakili Kristen, Rm. Fransiskus Yance Sengga mewakili Katolik, Pinandita Gede Pastika mewakili Hindu, Bhikkhu Bhadranatha, Thera mewakili Buddha, serta Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili Konghucu. Kehadiran keenam tokoh ini menunjukkan betapa beragamnya kekayaan spiritual yang dimiliki bangsa Indonesia.

Husni Ismail dikenal sebagai ulama dan cendekiawan Muslim yang saat ini mengemban amanah sebagai Imam Masjid Istiqlal Jakarta. Kehadirannya dalam acara ini menjadi salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan Bangsa Indonesia yang telah dikaruniai kemerdekaan, persatuan, serta keberagaman yang tetap terjaga hingga saat ini. Ia akan memimpin doa bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, dua tokoh agama yang memiliki pengaruh besar di kalangan umat Islam Indonesia.

Sementara itu, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty sebagai perwakilan umat Kristen dan Rm. Fransiskus Yance Sengga sebagai perwakilan umat Katolik akan menyampaikan doa dengan penuh khidmat. Keduanya berharap agar kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih menghargai perbedaan dan membangun harmoni dalam keberagaman.

Pinandita Gede Pastika dari umat Hindu dan Bhikkhu Bhadranatha, Thera dari umat Buddha juga akan turut serta dalam rangkaian doa bersama. Mereka menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa. Sementara itu, Xs. Budi S. Tanuwibowo sebagai perwakilan Konghucu akan membawa pesan tentang harmoni dan keseimbangan dalam masyarakat.

Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga simbol persatuan bangsa. Dengan hadirnya berbagai tokoh agama dari latar belakang yang berbeda, acara ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Masyarakat diharapkan dapat hadir dan berpartisipasi dalam acara ini untuk bersama-sama memohon berkah dan perlindungan bagi bangsa Indonesia.

“`

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *