Trump Umumkan Militer Iran Lumpuh, Sebut Mojtaba Khamenei 90 Persen Sudah Tiada
Official Announcement dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah kehilangan sebagian besar kekuatan militer mereka setelah serangkaian operasi bersama dengan Israel. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan bahwa komandan utama Iran telah gugur, serta menyebut bahwa Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, kini hanya tersisa 10 persen dari kekuatan sebelumnya.
Latar Belakang Konflik dan Serangan Bersama
Konflik antara AS dan Iran memanas kembali setelah beberapa bulan gencatan senjata, yang berakhir dengan serangan gabungan dari kedua pihak. Trump menekankan bahwa serangan ini sangat efektif, menghancurkan sistem pertahanan udara Iran serta mengurangi kemampuan operasional militer mereka. Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya mengenai pasukan kecil, tetapi juga menghancurkan struktur komando utama Iran.
“Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, semuanya sudah lenyap. Sistem anti-pesawat mereka hilang, para pemimpin mereka semuanya tewas. Komandan terbaik mereka juga sudah pergi,” ujar Trump.
Official Announcement Trump menyoroti bahwa kemampuan strategis Iran dalam konflik regional telah berkurang drastis. Ia menegaskan bahwa dengan kehilangan para komandan inti, militer Iran tidak lagi bisa mengancam kepentingan AS di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa serangan ini merupakan bentuk keberhasilan besar dalam mematahkan dominasi militer Iran.
Reaksi Dunia dan Analisis Ekspert
Sejumlah ekspert militer internasional memberikan tanggapan terhadap Official Announcement Trump. Mereka menilai bahwa serangan gabungan AS-Israel memiliki dampak signifikan, tetapi masih perlu dilihat apakah efeknya berkelanjutan. “Pernyataan Trump menunjukkan keberhasilan dalam memerangkap unit militer Iran, tetapi dampak pada kekuatan strategis mereka masih dalam evaluasi,” kata salah satu analis.
“Mojtaba Khamenei, meskipun terkena dampak serangan, masih bisa berperan dalam mengarahkan operasi militer Iran dari belakang,” tambah analis tersebut.
Official Announcement ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan diplomatik. Beberapa pihak mengkritik penggunaan kata “lumpuh” yang terkesan berlebihan, sementara lainnya mendukung bahwa serangan ini telah membuka kemungkinan perubahan kebijakan militer Iran. Trump menegaskan bahwa pernyataannya didasarkan pada data yang telah dikumpulkan oleh pasukan AS dan Israel setelah operasi selesai.
Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dilaporkan meninggal pada 28 Februari. Trump mengatakan bahwa peristiwa ini memperkuat posisi negara-negara sekutu dalam menekan Iran. “Mojtaba Khamenei tidak lagi memiliki kemampuan untuk memerintah secara langsung,” jelas Trump.
Dalam wawancara yang sama, Trump menegaskan bahwa keberhasilan operasi militer ini merupakan langkah penting dalam membuka akses ke sumber daya strategis Iran. “Official Announcement ini menunjukkan bahwa kita bisa menghancurkan kekuatan Iran di mana pun mereka berada, baik di darat maupun laut,” tegasnya. Serangan yang dimaksud mencakup serangan udara ke instalasi militer dan operasi cyber yang mengganggu komunikasi Iran.
