𝕏 f WA
Internasional

Visit Agenda: Khamenei Ancam AS Bakal Terima ‘Pelajaran Tak Terlupakan’, Sebut Kesepakatan Damai Sudah Tak Berlaku

Visit Agenda: Khamenei Ancam AS Bakal Terima ‘Pelajaran Tak Terlupakan’, Sebut Kesepakatan Damai Sudah Tak Berlaku

Khamenei Ancam AS, Sebut Kesepakatan Damai Sudah Tak Berlaku

Visit Agenda – Dalam rangkaian Visit Agenda yang dilakukan oleh Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, ancaman terhadap Amerika Serikat (AS) diungkapkan sebagai respons atas ketegangan yang terus memburuk antara Iran dan negara-negara Barat. Pernyataan tersebut menggarisbawahi kekecewaan Khamenei terhadap kebijakan AS yang dinilai telah melanggar kesepakatan diplomatik yang sebelumnya ditandatangani di kawasan Timur Tengah. Dengan Visit Agenda ini, Khamenei menegaskan bahwa Iran siap memberikan pelajaran tak terlupakan kepada Washington sebagai bentuk protes atas tindakan yang dianggap tidak adil.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan antara Iran dan AS telah memanas akibat perang dagang, sanksi ekonomi, serta konflik di Suriah, Yaman, dan Irak. Kesepakatan damai yang diharapkan bisa mengurangi tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Iran, kini dinyatakan sudah tak berlaku. Dalam Visit Agenda Khamenei, ia menyebut bahwa Washington tidak lagi menjunjung nilai kesepakatan yang ditandatangani bulan lalu. Ini menunjukkan sikap AS yang konsisten dalam mengubah kebijakan sesuai kepentingan politiknya, tanpa memperhatikan komitmen yang dijanjikan.

Kesiapan Iran Menghadapi Tantangan

Khamenei menegaskan bahwa Iran dan Front Perlawanan akan tetap siap menghadapi tekanan dari AS. Dengan Visit Agenda ini, ia ingin memperkuat solidaritas internal bangsa Iran dan mempersiapkan langkah strategis dalam menghadapi ancaman militer. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa Iran tidak akan mudah terbendung, terutama dalam menghadapi kebijakan hegemoni AS yang dinilai bertentangan dengan kepentingan kawasan.

“Pelanggaran berulang terhadap kesepakatan oleh Setan Besar kembali membuktikan kepada semua orang bahwa tanda tangan Presiden Amerika kini sama sekali tidak bernilai dan tidak sah. Perundungan, hegemoni, dan kebiadaban adalah bagian yang tak terpisahkan dari doktrin Amerika,”

Dalam Visit Agenda yang dilakukan di kawasan Timur Tengah, Khamenei juga menyebut bahwa AS menggunakan kebijakan militer sebagai alat dominasi. Ia menilai tindakan tersebut tidak rasional dan penuh tipu daya, dengan tujuan memperkuat kekuasaan AS di kawasan. Dengan penurunan kesepakatan damai, Iran berharap mengurangi ketergantungan politik pada negara-negara Barat, serta memperkuat kemandirian diplomatik.

“Kini ketika musuh Amerika berusaha memicu perang dan menanggung biaya yang lebih besar serta penghinaan lebih lanjut, mereka harus mengetahui bahwa bangsa Iran dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi mereka,”

Sebagai bagian dari Visit Agenda, Khamenei meminta rakyat Iran tetap waspada terhadap ancaman perang yang semakin mendekat. Ia menegaskan bahwa kebijakan AS tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga menunjukkan ketidakadilan terhadap negara-negara lain yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Dengan sanksi ekonomi yang terus diberlakukan, Iran diharapkan dapat memperkuat kemampuan diplomasi dan ekonomi secara mandiri, sebagai respons terhadap kebijakan AS yang dinilai tidak konstan.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *