Pertamina Drilling Perkuat Proyek CCS Lewat Solusi ICESS
What Happened During menunjukkan langkah penting PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) melalui pelaksanaan Water Injectivity Test (WIT) pertama di Sumur JTB-156, Lapangan Jatibarang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7. Proyek ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh Pertamina Group untuk menerapkan CCS dan CCUS secara lebih luas, menjawab tantangan perubahan iklim dalam industri energi. Dengan What Happened During ini, Pertamina Drilling menegaskan komitmen dalam mengoptimalkan solusi ICESS yang dirancang untuk memastikan efektivitas penyimpanan karbon.
Kolaborasi Antara Pertamina Group dan Teknologi Hijau
Penerapan teknologi CCS/CCUS tidak hanya melibatkan Pertamina Drilling, tetapi juga kerja sama antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), serta PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7. What Happened During ini menyoroti kolaborasi internal yang menjadi kunci dalam mengakselerasi penggunaan teknologi hijau. Melalui integrasi sumber daya dan keahlian, Pertamina Group mencoba mempercepat transisi energi menuju berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai net zero emissions.
“What Happened During WIT di Sumur JTB-156 menunjukkan progres nyata dalam menyediakan solusi ICESS yang komprehensif,” kata Dedi Damhuri, VP Business Development Pertamina Drilling. “Kami ingin memastikan bahwa proses penyimpanan karbon tidak hanya efektif, tetapi juga efisien dalam mengurangi risiko lingkungan.”
Proyek ini juga bertujuan menguji kemampuan reservoir menerima injeksi CO₂ dengan menggunakan air hasil pengolahan dari IPAL Balongan. Dalam What Happened During, uji WIT akan menjadi fondasi untuk persiapan proyek CCS di masa depan, memberikan data penting dalam mengoptimalkan Waterflood Optimization (WFO). Hasil dari WIT ini akan menjadi acuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon secara permanen.
Teknis Implementasi Solusi ICESS
Dalam What Happened During, teknologi ICESS diaplikasikan dengan prinsip dasar menginjeksikan air ke dalam reservoir untuk memperkuat kapasitas penyimpanan karbon. Dewi Mersitarini, Principle Specialist Upstream Innovation dan Low Carbon Pertamina (Persero), menjelaskan bahwa WIT dalam proyek ini bertujuan memompa air hingga 600 barel per hari, dengan tekanan operasi yang dipastikan di bawah fracture pressure agar tidak merusak struktur reservoir. Teknik ini memberikan gambaran jelas tentang respons reservoir terhadap injeksi karbon, yang menjadi dasar bagi pengambilan keputusan di masa mendatang.
“What Happened During WIT bukan hanya tentang data teknis, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat simulasi dan evaluasi reservoir. Ini memastikan bahwa penggunaan karbon yang tercapai dapat diprediksi secara akurat,” ujar Dewi dalam keterangan resmi. “Kolaborasi internal Pertamina Group menjadi sangat penting dalam membangun kepercayaan terhadap solusi ICESS.”
Kunci sukses dalam What Happened During proyek ini adalah sinergi antar unit usaha Pertamina. Dengan membagi tugas dan memadukan keahlian, proses pengujian dapat berjalan lebih efisien. Selain itu, penggunaan air hasil IPAL Balongan juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengurangi limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya terbarukan. What Happened During ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif teknologi hijau dapat diintegrasikan ke dalam operasional minyak bumi.
Manfaat dan Harapan Masa Depan
What Happened During WIT di Sumur JTB-156 memberikan manfaat dua arah. Pertama, data dari uji ini akan menjadi acuan untuk meningkatkan produksi minyak bumi dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Kedua, ini menjadi dasar bagi pengembangan proyek CCS yang lebih besar, yang diharapkan dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan. Pertamina Drilling menyatakan bahwa hasil What Happened During ini akan digunakan untuk mengevaluasi kapasitas reservoir dan memperkuat simulasi risiko di masa depan.
Menurut Dewi, What Happened During proyek ini menunjukkan kemampuan Pertamina Group dalam menciptakan inovasi yang selaras dengan tujuan lingkungan global. Dengan penggunaan teknologi ICESS, Proyek CCS tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. What Happened During ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pertamina untuk memimpin transformasi energi di Indonesia.
