𝕏 f WA
Energi

Pertamax-BP 92 Turun, Diesel Shell dan BP-AKR Melonjak, Berikut Daftar Harga Lengkapnya

Pertamax-BP 92 Turun, Diesel Shell dan BP-AKR Melonjak, Berikut Daftar Harga Lengkapnya
Foto : James Smith - nusautama.com

Harga BBM Terbaru: Pertamax BP 92 Turun, Diesel Naik

Nusautama.com – Pada awal Agustus 2026, pasar bahan bakar minyak Indonesia mengalami penyesuaian harga yang signifikan. Perubahan tarif ini melibatkan berbagai perusahaan penyalur, baik milik negara maupun swasta. Salah satu perkembangan menarik adalah Pertamax BP 92 Turun Diesel Shell, yang menunjukkan dinamika berbeda antara produk bensin dan diesel di pasar domestik.

Penurunan Harga oleh Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan pembaruan harga untuk lini Pertamax Series. Pertamax Turbo mengalami penurunan paling drastis, turun dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mencatat pengurangan harga dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter.

Varian Pertamax dengan RON 92 ikut merasakan manfaat penurunan, dengan harga turun dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter. Menariknya, varian Dex dan Dexlite tetap dipertahankan pada harga lama tanpa perubahan apapun. Hal ini memberikan pilihan lebih stabil bagi konsumen yang membutuhkan kedua varian tersebut.

BP-AKR dan Shell Naikkan Harga Diesel

BP-AKR melalui akun Instagram resminya mengumumkan penyesuaian harga untuk berbagai produknya. Untuk bensin RON 92 atau BP 92, harga ditetapkan sebesar Rp 16.130 per liter pada Agustus 2026. Angka ini menunjukkan penurunan Rp 540 dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 16,670 per liter.

Bensin RON 95 atau BP Ultimate juga mengalami penurunan Rp 480 menjadi Rp 16,760 per liter. Namun, tren berbeda terjadi pada produk diesel. BP-Ultimate Diesel justru naik Rp 570 menjadi Rp 21,910 per liter, setelah sebelumnya berada di level Rp 21,340 per liter.

Shell Indonesia mengikuti langkah serupa dengan menaikkan harga Shell V-Power Diesel. Produk ini kini dijual Rp 21,910 per liter, naik Rp 570 dari harga sebelumnya Rp 21,340 per liter. Kenaikan ini menunjukkan tekanan pada sektor transportasi yang mengandalkan bahan bakar diesel.

Alasan dan Mekanisme Penyesuaian

Kitty Andhora dari VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan komprehensif mengenai alasan perubahan harga. Menurutnya, penyesuaian dilakukan sesuai mekanisme yang sudah disepakati bersama pemerintah.

“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Kitty.

Perubahan harga ini menjadikan Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 lebih kompetitif dibandingkan periode sebelumnya. Faktor-faktor seperti tren harga minyak global dan kurs rupiah turut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini. Konsumen dapat merasakan manfaat langsung dari penurunan harga bensin, sementara sektor transportasi menghadapi tantangan baru dengan kenaikan harga diesel.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *