Proyek PLTS Terapung Gajah Mungkur Dimulai dengan Investasi Rp 1,6 Triliun
Nusautama.com – PLTS Terapung Gajah Mungkur resmi memasuki tahap konstruksi setelah peluncuran serentak Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Bali pada Selasa (25/8). Dari total 14 proyek dengan kapasitas gabungan 5,2 gigawatt peak (GWp) yang diresmikan pada kesempatan tersebut, salah satu yang paling dinantikan masyarakat Jawa Tengah adalah pembangkit surya terapung di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, dengan nilai investasi sekitar Rp 1,6 triliun.
Bagian dari Program Nasional PLTS 100 GWp
Program PLTS 100 GWp merupakan salah satu pilar utama strategi transisi energi nasional. Tujuannya memperluas porsi energi terbarukan dalam bauran listrik Indonesia secara masif dalam waktu relatif singkat. Peluncuran serentak 14 proyek pada Agustus 2025 menandai fase implementasi pertama dari program tersebut. Setiap proyek yang diresmikan telah melewati tahap perencanaan, perizinan, dan kesiapan konstruksi, sehingga dapat langsung memulai aktivitas di lapangan.
Keberadaan pembangkit surya terapung di atas permukaan waduk memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan instalasi darat. Panel surya yang mengapung di atas air memperoleh efek pendinginan alami sehingga efisiensi konversi energi meningkat. Selain itu, pemanfaatan permukaan waduk yang sudah ada mengurangi kebutuhan pembukaan lahan baru dan menekan dampak ekologis terhadap ekosistem darat di sekitarnya.
Skala Investasi dan Target Operasional
Anggaran pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur mencapai sekitar Rp 1,6 triliun, menjadikannya salah satu proyek energi terbarukan berskala besar di Jawa Tengah. Target operasional penuh ditetapkan pada akhir tahun 2027. Ketika seluruh instalasi berjalan normal, output listrik yang dihasilkan diproyeksikan mencapai sekitar 218 gigawatt hour (GWh) per tahun — angka yang setara dengan 37 persen dari total kebutuhan energi listrik Kabupaten Wonogiri dalam satu tahun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan menempati posisi strategis dalam agenda pembangunan provinsi. Menurutnya, langkah konkret semacam ini diperlukan untuk menekan ketergantungan daerah terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal selama masa konstruksi maupun operasional jangka panjang.
Mekanisme Penyaluran Listrik ke Jaringan Interkoneksi
General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, merinci bahwa daya listrik dari pembangkit tersebut akan dialirkan melalui jaringan transmisi 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi, yang terletak pada jarak sekitar 11,7 kilometer dari lokasi instalasi.
Setelah tersambung ke jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, pasokan energi tidak lagi terbatas pada wilayah sekitar waduk. Pemanfaatannya dapat menjangkau seluruh daerah yang terhubung dalam satu sistem interkoneksi, sehingga manfaat ekonomi dan keandalan pasokan listrik tersebar lebih luas ke berbagai sektor.
“Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi,” ujar Bramantyo Anggun Pambudi, sebagaimana dikutip dari Antara pada Kamis (27/8).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan PLTS Terapung Gajah Mungkur dijadwalkan beroperasi penuh? Target
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan Investasi?
PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan Investasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan Investasi matter?
PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan Investasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
