𝕏 f WA
Finance

Sentimen Global Berlanjut – Rupiah Diprediksi kembali Melemah 29 Juni

Sentimen Global Berlanjut – Rupiah Diprediksi kembali Melemah 29 Juni

Sentimen Global Berlanjut, Rupiah Diprediksi Kembali Melemah 29 Juni

Sentimen Global Berlanjut – Menjelang perdagangan Senin (29/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan mengalami pelemahan. Pasalnya, pada hari Jumat (26/6), rupiah ditutup menguat sebanyak 21 poin, mencapai Rp 17.922 per dolar AS.

Analisis Ibrahim Assuaibi

Pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Terutama sentimen konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah dan dampak gempa bumi di Venezuela yang memicu kekhawatiran pasar.

“Rupiah mengalami fluktuasi, namun ditutup melemah dalam rentang Rp 17.920 – Rp 17.960,” kata Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (29/6).

Pengaruh Konflik dan Gempa

Menurut Ibrahim, peningkatan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah. Dalam seminggu terakhir, volume pengiriman mencapai level tertinggi sejak awal konflik antara AS-Israel dengan Iran pada Februari. Meski jalur air kembali terbuka setelah gencatan senjata, ketidakpastian terkait durasi keadaan tersebut menambah volatilitas pasar.

Di sisi lain, gempa bumi di Venezuela yang terjadi pada hari Kamis (27/6) memperkuat kecemasan terhadap pasokan energi. Meski lalu lintas minyak tetap lebih rendah dibandingkan rata-rata harian 125 kapal sebelum konflik, ketegangan geopolitik terus memengaruhi dinamika nilai tukar.

Data PCE dan Prediksi Fed

Biro Analisis Ekonomi AS mengungkapkan data PCE inti yang naik menjadi 3,4% YoY pada Mei, dibandingkan 3,3% di April. Tingkat inflasi PCE utama juga meningkat ke 4,1% YoY, mencatatkan angka tertinggi sejak April dan Oktober tahun lalu.

Alat CME FedWatch menunjukkan respons terhadap data tersebut. Taruhan untuk kenaikan suku bunga Federal tahun ini sedikit berkurang, sementara kemungkinan bank sentral mempertahankan kebijakan moneter stabil meningkat.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *