Jabodetabek

Tim Trauma Healing Turun Usai Penggerebekan Kampung Ambon dan Boncos Jakarta

Tim Trauma Healing Turun Usai Penggerebekan Kampung Ambon dan Boncos Jakarta
Foto : David Taylor - nusautama.com

Tim Trauma Healing Turun Usai Penggerebekan Kampung Ambon dan Boncos

Nusautama.com – Tim Trauma Healing Turun Usai penggerebekan besar terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kompleks Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, serta Kampung Boncos, Jakarta. Sehari setelah operasi berlangsung, Sabtu (10/10), aparat kepolisian mendatangi warga untuk memberikan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, dan penguatan rasa aman di lingkungan permukiman.

Kegiatan tersebut melibatkan Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya. Tim trauma healing membuka ruang komunikasi dengan warga agar mereka, termasuk anak-anak, dapat menyampaikan perasaan, kekhawatiran, dan harapan setelah suasana penggerebekan di wilayah mereka.

Program dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Selain mendampingi masyarakat secara psikologis, petugas berupaya mengembalikan ketenangan warga dan mendorong keterlibatan lingkungan dalam menjaga kondisi yang aman serta kondusif.

Dialog Warga di Kompleks Permata

Di Kompleks Permata, kegiatan trauma healing dipusatkan di lapangan basket setempat. Lokasi itu menjadi ruang pertemuan antara aparat, pengurus lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga untuk membahas dampak sosial narkoba terhadap keluarga maupun kehidupan sehari-hari.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Nasriadi hadir bersama Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombespol Rita Wulandari Wibowo. Kehadiran para tokoh lingkungan dinilai penting karena mereka memahami dinamika masyarakat dan berinteraksi langsung dengan warga di kawasan tersebut.

Tim Trauma Healing Turun Usai operasi kepolisian bukan sekadar menjalankan agenda pertemuan. Warga diberi kesempatan bertanya, menyampaikan aspirasi, serta menyuarakan perhatian mereka terhadap keamanan lingkungan. Dialog terbuka diharapkan membantu membangun kembali rasa percaya dan kepedulian antartetangga.

Selain pendampingan psikologis, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Petugas juga menyampaikan imbauan agar warga saling menjaga, mengingatkan, dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan Kombes Pol Nasriadi pada Sabtu (10/10). Menurutnya, penanganan persoalan narkoba membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan keluarga dan permukiman.

Pendampingan Psikologis dan Layanan Kesehatan

Selain dialog, petugas kesehatan disiagakan untuk memberikan pemeriksaan gratis kepada masyarakat. Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh bagi warga yang membutuhkan perhatian setelah operasi penegakan hukum dilakukan.

Pendampingan psikologis membantu warga mengelola kecemasan maupun ketidaknyamanan yang mungkin muncul akibat situasi di sekitar tempat tinggal mereka. Anak-anak juga menjadi perhatian karena perubahan suasana lingkungan dapat memengaruhi perasaan mereka, meski tidak selalu dapat diungkapkan secara langsung.

Petugas turut menyapa anak-anak dalam kegiatan trauma healing. Interaksi tersebut diarahkan untuk menciptakan suasana yang lebih ramah dan membantu warga muda merasa aman di tengah kondisi pascaoperasi.

Petugas Sambangi Rumah Warga

Rangkaian Tim Trauma Healing Turun Usai penggerebekan juga mencakup sambang dialogis dari rumah ke rumah. Melalui kunjungan tersebut, petugas dapat melihat situasi keluarga secara lebih dekat, termasuk kondisi orang tua dan anak-anak setelah penggerebekan berlangsung.

Pendekatan door-to-door memungkinkan warga yang tidak hadir dalam kegiatan di lapangan tetap mendapatkan perhatian. Sebagian keluarga mungkin lebih nyaman menyampaikan persoalan secara pribadi daripada berbicara di forum terbuka, sehingga kunjungan langsung dapat membuka percakapan yang lebih personal.

Kegiatan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos menempatkan pemulihan sosial sebagai bagian dari proses setelah penegakan hukum. Pemberantasan narkoba memerlukan dukungan masyarakat, sementara warga juga membutuhkan rasa aman agar dapat kembali menjalankan aktivitas keluarga dan kehidupan lingkungan secara normal.

Melalui dialog, pelayanan kesehatan, pendampingan psikologis, serta kunjungan ke rumah warga, aparat berupaya memastikan perhatian pascaoperasi tidak berhenti pada tindakan penindakan. Keterlibatan warga, RT, RW, dan tokoh masyarakat diharapkan memperkuat semangat saling menjaga di kedua kawasan tersebut.

FAQ Trauma Healing Pascapenggerebekan

Apa tujuan trauma healing bagi warga?

Trauma healing bertujuan membantu warga memperoleh ruang komunikasi, pendampingan psikologis, dan rasa aman setelah mengalami atau menyaksikan situasi yang menegangkan di lingkungan mereka.

Siapa yang dapat mengikuti kegiatan trauma healing?

Kegiatan ini terbuka bagi warga terdampak, termasuk orang tua, anak-anak, tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, serta keluarga yang membutuhkan dukungan setelah operasi berlangsung.

Apa yang dapat dilakukan warga untuk menjaga lingkungan?

Warga dapat saling mengingatkan, memperkuat komunikasi dengan pengurus lingkungan, memperhatikan kondisi anak-anak, serta ikut menjaga suasana permukiman agar tetap aman dan kondusif.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *