Kasuistika

Belasan Siswa di Mojokerto Alami Mual Hingga Diare usai Santap Menu Sate Ayam dalam Paket MBG

Belasan Siswa di Mojokerto Alami Mual Hingga Diare usai Santap Menu Sate Ayam dalam Paket MBG
Foto : Charles Miller - nusautama.com

Belasan Siswa di Mojokerto Alami Mual dan Diare Usai Santap MBG

Nusautama.com – Belasan Siswa di Mojokerto Alami mual, muntah, dan diare setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu sate ayam. Sejumlah pelajar dari SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, sempat mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Gayaman.

Paket makanan itu disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Pada hari distribusi, paket MBG dibagikan kepada siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar dengan jumlah sasaran sekitar 1.500 pelajar.

Dari laporan yang diterima, 27 anak mengalami keluhan kesehatan. Sebanyak 15 siswa kemudian dibawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan. Hingga Rabu (7/10), dua siswa masih dirawat di Puskesmas Gayaman, sedangkan 13 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Keluhan Muncul Setelah Konsumsi Sate Ayam

Belasan Siswa di Mojokerto Alami keluhan pencernaan setelah mengonsumsi paket MBG yang berisi ayam, bumbu kacang, dan acar. Salah seorang siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar, Noviana, mengaku menyantap makanan tersebut sekitar pukul 13.30 WIB pada Selasa (6/10).

Menurut Noviana, keluhan mual, muntah, dan diare baru muncul pada malam hari. Ia juga merasakan ada rasa yang berbeda pada ayam dalam menu tersebut.

“Rasanya mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10). Makan MBG sate ayam Selasa (6/10). Baru terasa malam, sekarang masih terasa tidak enak perutnya,” ujar Noviana.

“Rasa ayamnya ada rasa pahit,” katanya.

Keluhan serupa juga dialami Chacha Kirana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar. Ia mengaku mengalami mulas dan diare sejak malam. Namun, Chacha juga sempat membeli cireng di kantin pada pagi hari, sehingga riwayat makanan yang dikonsumsi menjadi bagian dari penelusuran kondisi kesehatannya.

“Tadi pagi mules, cuma memang sempat makan cireng di kantin tadi pagi. Kalau mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10),” jelas Chacha.

Dinas Kesehatan Belum Pastikan Penyebabnya

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum dapat memastikan bahwa keluhan yang dialami para pelajar disebabkan oleh keracunan makanan. Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.

Menu MBG didistribusikan sekitar pukul 10.50 WIB dan dikonsumsi para siswa kurang lebih pukul 13.00 WIB. Dari rentang waktu penyediaan hingga makanan disantap, dinas kesehatan menilai durasinya masih berada dalam batas aman.

Meski begitu, Belasan Siswa di Mojokerto Alami keluhan setelah menerima makanan dari distribusi yang sama. Karena itu, pemeriksaan terhadap kondisi siswa dan riwayat konsumsi makanan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Mual, muntah, sakit perut, serta diare dapat dipicu oleh berbagai faktor. Penelusuran tidak hanya mencakup menu MBG, tetapi juga makanan atau minuman lain yang dikonsumsi siswa sebelum keluhan muncul.

SPPG Jabon Layani Ribuan Siswa

SPPG Jabon merupakan dapur penyedia paket MBG di wilayah Mojoanyar. Total penerima manfaat yang dilayani dapur tersebut mencapai 2.919 siswa. Distribusi bagi SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar menjadi perhatian karena dilakukan dalam jumlah besar.

Keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Selain kecukupan gizi, proses pengolahan, pengemasan, pengiriman, dan penyajian makanan perlu diperhatikan agar makanan tetap layak dikonsumsi saat diterima siswa.

Dua siswa yang masih dirawat di Puskesmas Gayaman pada Rabu (7/10) terus dipantau selama masa pemulihan. Sementara itu, 13 siswa lainnya telah pulang setelah menunjukkan perbaikan kondisi.

FAQ Keluhan Pencernaan Siswa di Mojokerto

Berapa siswa yang sempat dirawat? Sebanyak 15 siswa sempat dibawa ke Puskesmas Gayaman. Dari jumlah tersebut, 13 siswa sudah pulang dan dua siswa masih menjalani perawatan hingga Rabu (7/10).

Apakah penyebab keluhan sudah dipastikan? Belum. Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menyatakan dugaan keracunan makanan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apa yang sebaiknya dilakukan jika mengalami mual dan diare? Siswa atau orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila keluhan berlanjut, muntah berulang, tubuh lemas, atau kondisi kesehatan memburuk.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *