Nusautama.com – seseorang yang menghadapi seseorang yang sedang kesal./Magnific/prostock-studio
Ketika seseorang sedang kesal, marah, kecewa, atau tersinggung, respons orang di sekitarnya bisa sangat menentukan arah situasi. Kalimat yang sebenarnya terdengar biasa saja dapat membuat emosi semakin memuncak. Sebaliknya, perkataan yang tepat dapat membantu seseorang merasa didengar dan perlahan kembali tenang.
Dalam psikologi, kondisi emosi yang intens dapat memengaruhi cara seseorang memproses informasi. Ketika sedang marah atau sangat kesal, seseorang cenderung lebih sulit menerima nasihat, melihat sudut pandang lain, atau memikirkan masalah secara objektif. Karena itu, mencoba "menang" dalam percakapan ketika seseorang sedang emosional sering kali justru memperburuk keadaan.
Bukan berarti kita harus selalu membenarkan kemarahan seseorang. Yang penting adalah memahami kapan harus berbicara, apa yang sebaiknya dikatakan, dan kalimat apa yang justru sebaiknya dihindari.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (22/8), terdapat sembilan hal yang sebaiknya tidak dikatakan ketika seseorang sedang kesal.
Kalimat ini mungkin muncul karena kita merasa reaksi orang tersebut tidak sebanding dengan masalah yang terjadi. Namun, mengatakan "kamu terlalu berlebihan" biasanya tidak membuat seseorang menjadi lebih tenang.
Sebaliknya, orang tersebut dapat merasa bahwa emosinya dianggap tidak valid.
Perasaan dan fakta adalah dua hal yang berbeda. Kita mungkin tidak setuju dengan alasan seseorang marah, tetapi perasaan marah itu sendiri tetap nyata bagi orang tersebut.
Misalnya, seseorang kecewa karena merasa tidak dihargai oleh temannya. Jika kita langsung mengatakan, "Ah, kamu terlalu berlebihan. Cuma masalah kecil," fokus pembicaraan bergeser dari masalah menjadi penilaian terhadap emosinya.
Menurut pendekatan psikologi yang berorientasi pada validasi emosi, seseorang lebih mudah mengelola perasaan ketika ia merasa emosinya dipahami terlebih dahulu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 9 Hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan?
9 Hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 9 Hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan matter?
9 Hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
