Lifestyle

Kain Sisa Jadi Karya Seni Bernilai, PURANA Gandeng Seniman dalam ‘Renjana Perca’

Kain Sisa Jadi Karya Seni Bernilai, PURANA Gandeng Seniman dalam ‘Renjana Perca’
Foto : David Taylor - nusautama.com

Renjana Perca: Limbah Tekstil Bertransformasi Menjadi Karya Seni di Grand Indonesia

Nusautama.com – Pameran bertajuk Renjana Perca digelar pada 14–23 Agustus 2026 di Grand Indonesia. Acara ini menghadirkan kolaborasi antara PURANA dan 12 seniman dari berbagai daerah di Indonesia, mengubah kain sisa tekstil menjadi instalasi visual yang memukau sekaligus bermakna.

Setiap karya dalam pameran tersebut melewati proses penyusunan, pewarnaan, hingga penjahitan ulang. Pesan utamanya sederhana namun kuat: limbah kain dapat bermetamorfosis menjadi objek bernilai tinggi selama ada kemauan untuk mengolahnya.

Dua Belas Seniman di Balik Karya

Para kolaborator yang berpartisipasi dalam gerakan ini meliputi Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (pendiri Kaloka Pottery), Hana Surya (pendiri THREADAPEUTIC), Rosyid Akhmadi (pendiri Mohoi), Arief Susanto (pendiri DusDukDuk), serta Savirra Lavinia (pendiri FUGUKU).

17 Tahun Menjalin Kemitraan Kreatif

Sebagai rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia, PURANA memandang kain perca membutuhkan wadah ekspresi yang tepat. Selama 17 tahun, brand ini terus menjalin kerja sama erat dengan para seniman untuk mengeksplorasi potensi material tekstil.

“Para seniman yang terlibat dalam gerakan Renjana Perca hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun,” ungkap Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer PURANA.

Gerakan Menuju Ekonomi Sirkular

Menurut Nonita, pameran ini bukan sekadar perhelatan sementara. Ia merupakan langkah awal dari gerakan kebanggaan nasional yang berorientasi pada ekonomi sirkular, selaras dengan paradigma sustainable luxury yang kini menjadi acuan utama industri kreatif di Eropa.

“Mengikuti standar ekonomi sirkular Eropa, eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang diadopsi oleh komunitas yang lebih luas,” ujar Nonita baru-baru ini.

Peran Grand Indonesia sebagai Katalis

Kanina Hanindita, General Manager Marketing Communications & Operations Grand Indonesia, menegaskan bahwa pusat perbelanjaan berfungsi sebagai ruang temu antara komunitas, budaya, seni, dan inovasi sirkular.

“Melalui kolaborasi ini, kami menegaskan komitmen kami dalam mendorong penerapan praktik ekonomi sirkular dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Frequently Asked Questions

What is Kain Sisa Jadi Karya Seni Bernilai?

Kain Sisa Jadi Karya Seni Bernilai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kain Sisa Jadi Karya Seni Bernilai matter?

Kain Sisa Jadi Karya Seni Bernilai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *