𝕏 f WA
Nasional

1.700 Dapur MBG di Wilayah dengan Stunting Tertinggi Segera Beroperasi, BGN: Aktivasi Bertahap

1.700 Dapur MBG di Wilayah dengan Stunting Tertinggi Segera Beroperasi, BGN: Aktivasi Bertahap
Foto : James Smith - nusautama.com

1.700 Dapur MBG Segera Beroperasi di Kawasan Stunting

Nusautama.com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengumumkan rencana aktivasi bertahap untuk 1 700 Dapur MBG di Wilayah dengan tingkat stunting tertinggi di Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini akan dimulai pada minggu depan setelah melalui proses pemadanan data yang komprehensif. Prioritas utama diberikan kepada fasilitas yang telah siap dibangun dan berlokasi di daerah dengan prevalensi stunting tinggi maupun sangat tinggi.

Langkah strategis ini diambil setelah tim BGN menyelesaikan verifikasi kesiapan dapur dengan informasi stunting yang bersumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Proses aktivasi akan dilakukan secara berjenjang untuk memastikan setiap dapur dapat beroperasi dengan optimal sejak hari pertama.

Target 300 Dapur Pertama Akan Diaktifkan

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa rencana operasional akan dijalankan secara bertahap. Dalam rapat koordinasi bersama Menko Pangan pada Kamis (6/8), ia menguraikan langkah-langkah detail yang akan ditempuh untuk mengaktifkan dapur-dapur tersebut.

“Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan, nanti insyaallah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi minggu depannya lagi sehingga 13.000 ini kemudian yang memang belum perlu yang ini kita sisir semua,” jelas Sudaryono.

Menurut Sudaryono, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Daerah-daerah seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Maluku, dan Maluku Utara menjadi fokus utama karena merupakan kawasan yang paling membutuhkan percepatan layanan MBG.

“Daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di kepulauan Maluku Utara, Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan,” ujarnya.

Klarifikasi Angka 13.000 Dapur

Sudaryono juga meluruskan persepsi publik mengenai angka 13.000 dapur yang sebelumnya banyak diperbincangkan. Angka tersebut tidak berarti seluruhnya akan langsung beroperasi secara bersamaan. Jumlah itu merupakan total titik yang berada pada berbagai tahapan pembangunan.

“Jadi sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang ada statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai gitu,” ujar Sudaryono.

Tim BGN telah melakukan pemetaan komprehensif dengan menggabungkan data dapur yang sudah tersedia dengan data wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Hasil pemadanan tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi yang diprioritaskan.

“Maka dari data ini kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan mana yang prioritas, yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap. Ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap ini,” katanya.

Percepatan Penyediaan SPPG di Wilayah 3T

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah mempercepat penyelesaian penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Target yang semula dipatok satu bulan dipercepat menjadi selesai dalam pekan ini.

Program 1 700 Dapur MBG di Wilayah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di Indonesia. Dengan aktivasi bertahap, pemerintah memastikan bahwa setiap dapur dapat beroperasi dengan maksimal dan melayani masyarakat sesuai kapasitas yang tersedia.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa jumlah total dapur MBG yang akan diaktifkan?

Terdapat sekitar 13.000 lebih titik dapur dalam berbagai tahapan pembangunan. Dari jumlah tersebut, 1.700 dapur menjadi prioritas pertama untuk diaktifkan di wilayah dengan stunting tertinggi.

Kapan aktivasi dapur MBG dimulai?

Aktivasi bertahap akan dimulai pada minggu depan dengan target awal mengaktifkan sekitar 300 dapur yang telah siap beroperasi.

Wilayah mana saja yang menjadi prioritas?

Wilayah prioritas meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Maluku, dan Maluku Utara karena merupakan kawasan dengan tingkat stunting tinggi dan sulit dijangkau.

Apa perbedaan antara dapur MBG dan SPPG?

Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) merujuk pada fasilitas yang sama dalam program ini. SPPG adalah istilah teknis untuk satuan pelayanan yang menyediakan gizi bagi masyarakat.

Bagaimana proses pemadanan data dilakukan?

Tim BGN menggabungkan data kesiapan dapur dengan data prevalensi stunting dari Kementerian Kesehatan. Hasil overlay data ini menentukan lokasi yang diprioritaskan untuk aktivasi pertama.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *