𝕏 f WA
Nasional

PLN: Indonesia Surplus Hidrogen 125 Ton

PLN: Indonesia Surplus Hidrogen 125 Ton
Foto : David Jackson - nusautama.com

PLN Ungkap Indonesia Memiliki Surplus Hidrogen Hingga 125 Ton

Nusautama.com – PLN sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa negara kita mengalami surplus hidrogen yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, Indonesia memiliki kelebihan pasokan hidrogen mencapai 125 ton setiap tahunnya. Kondisi ini terjadi karena dari total produksi nasional sebesar 200 ton, hanya 75 ton yang benar-benar dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri dan transportasi.

Darmawan, seorang pejabat PLN yang menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka acara Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 di Jakarta pada Selasa (21/7/2026), menjelaskan bahwa setiap pembangkit listrik milik PLN menghasilkan hidrogen sebagai bagian dari sistem pendingin. Namun, pemanfaatan hanya menyentuh angka 75 ton, sementara sisanya menganggur dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami produksi 200 ton, yang dipakai 75 ton. Sisanya 125 ton itu nganggur,” tutur Darmawan.

Infrastruktur HRS dan Kolaborasi dengan Pertamina

Untuk mengoptimalkan potensi surplus tersebut, PLN mengambil langkah strategis dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen atau yang dikenal sebagai Hydrogen Refueling Station (HRS). Kolaborasi dengan Pertamina menjadi kunci dalam pengembangan infrastruktur ini. PLN dan Pertamina bekerja sama untuk memastikan ketersediaan stasiun pengisian di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.

“Rantai pasoknya dari mana? Nah, kami (PLN) kolaborasi dengan Pertamina. Jadi, kalau Hydrogen Refueling Station itu sudah ada dan siap pakai. Tetapi, mobilnya belum ada,” ujar Darmawan.

Transportasi Berbasis Hidrogen untuk Masa Depan

Salah satu inisiatif konkret yang sedang digarap adalah pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar untuk armada bus TransJakarta. Darmawan telah meminta Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk melakukan komunikasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengenai hal tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen PLN dalam mendorong adopsi energi bersih di sektor transportasi perkotaan.

“Barangkali Bapak (Bahlil) bisa melobi ke Gubernur DKI, begitu. TransJakarta,” kata Darmawan.

Dalam upaya memastikan ketersediaan armada, pihak PLN juga telah melakukan diskusi dengan berbagai produsen kendaraan asal Jepang, Jerman, maupun Tiongkok untuk mengetahui kesiapan penyediaan bus hidrogen. Diskusi-diskusi ini bertujuan untuk memastikan bahwa ketika infrastruktur HRS sudah siap, kendaraan yang sesuai juga tersedia di pasaran.

Jika pemerintah memutuskan untuk mengintegrasikan hidrogen ke dalam sektor transportasi, PLN dan Pertamina akan bekerja sama menyediakan armada bus berbasis hidrogen. Kolaborasi ini akan menampilkan logo bersama dari ESDM, PLN, dan Pertamina sebagai simbol partnership dalam membangun transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Sebelumnya, telah ditetapkan empat sektor utama sebagai fokus pengembangan ekosistem energi hidrogen nasional. Penetapan tersebut tertuang dalam dokumen Peta Jalan Nasional Hidrogen dan Amonia yang menjadi acuan strategis pengembangan energi bersih di Indonesia. PLN terus berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *