Viral PMI Asal Serang Mengaku Ditahan Majikan di Riyadh
Nusautama.com – Kisah Viral PMI Asal Serang Mengaku ditahan majikannya di Arab Saudi kini menjadi sorotan publik. Atilah, seorang pekerja migran asal Kampung Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, mengaku telah terjebak di Riyadh selama 2 tahun 7 bulan. Ia belum mendapatkan izin untuk kembali ke tanah air meskipun sudah memenuhi masa kontrak kerjanya.
Perjuangan Atilah Memohon Bantuan di Riyadh
Video yang menampilkan Atilah menangis tersedu-sedu sambil memohon bantuan Gubernur Banten Andra Soni mulai viral sejak awal pekan lalu. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat sangat emosional saat menyampaikan keluh kesahnya. Atilah mengungkapkan bahwa ia memiliki anak kecil di kampung halaman yang kini menjadi tanggung jawab orang lain selama ia berada di Saudi.
“Tolong saya Pak Gubernur, bantu saya. Saya punya anak kecil, mereka tidak mau mulangin saya. Saya sudah dua tahun tujuh bulan, Pak. Saya lagi sakit, saya mohon bantu saya pulang,” ucap Atilah sambil menangis dalam video yang beredar di media sosial.
Kondisi Kesehatan dan Gaji yang Belum Dibayar
Menurut informasi yang dikutip dari akun Instagram fesbukbanten, Atilah menyatakan bahwa majikannya telah menahan dirinya sehingga ia tidak diperbolehkan pulang. Selain itu, gaji yang seharusnya ia terima juga belum dibayarkan. Kondisi kesehatan Atilah juga memburuk karena ia menderita sakit kelenjar tanpa mendapatkan pertolongan yang layak.
Kerinduan Atilah kepada anak kecilnya yang masih berada di kampung halaman menjadi beban terberat dalam hidupnya saat ini. Ia merasa tidak memiliki pilihan lain selain memohon bantuan pemerintah daerah untuk mengupayakan pemulangannya. Sebagai PMI, ia berharap ada mekanisme yang lebih baik untuk melindungi pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Respons Publik dan Harapan Pemulangan
Tangisan Atilah dalam video tersebut telah memicu keprihatinan luas di kalangan warganet. Banyak pengguna media sosial yang kemudian menandai akun Instagram pribadi Gubernur Banten, @andrasoni12, agar pemerintah daerah turut membantu menyelesaikan kasus ini bersama instansi terkait. Kasus ini juga menjadi perhatian berbagai organisasi pekerja migran di Indonesia.
Saat ini, berbagai pihak berharap agar bantuan segera datang bagi Atilah agar ia dapat kembali bertemu dengan keluarganya di Indonesia. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan hukum bagi PMI yang bekerja di negara-negara Timur Tengah. Semoga Atilah segera mendapatkan keadilan dan dapat pulang ke kampung halamannya.
