Pendidikan

Unesa Perkuat Program Sekolah Nasional Terintegrasi di NTT dan Malut

Unesa Perkuat Program Sekolah Nasional Terintegrasi di NTT dan Malut
Foto : Nancy Anderson - nusautama.com

Unesa Perkuat Program Sekolah Nasional Terintegrasi: Ekspansi ke NTT dan Maluku Utara

Nusautama.com – Unesa Perkuat Program Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu agenda prioritas pendidikan nasional yang menjangkau 17 titik di berbagai provinsi Indonesia. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengambil peran sentral dalam pelaksanaan program ini, khususnya untuk dua wilayah timur: Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur dan Kota Tidore Kepulauan di Maluku Utara. Langkah ini menegaskan komitmen Unesa dalam memperluas akses kualitas pendidikan hingga ke daerah yang selama ini minim pendampingan akademik.

Cakupan dan Struktur Program

Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang diinisiasi melalui kerja sama antar-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menyasar jenjang SMP dan SMA. Pada tahap awal, setiap satuan pendidikan sasaran menerima dua rombongan belajar di masing-masing jenjang. Pemilihan lokasi tidak dilakukan secara acak; Unesa mempertimbangkan faktor geografis, kebutuhan infrastruktur pendidikan, serta kesiapan ekosistem sekolah setempat sebelum menetapkan titik pelaksanaan.

Keberadaan 17 titik sasaran di seluruh Indonesia menunjukkan skala nasional dari inisiatif ini. Namun, penekanan pada wilayah timur seperti NTT dan Maluku Utara membawa dimensi pemerataan yang signifikan. Sekolah-sekolah di kawasan tersebut kerap menghadapi keterbatasan jumlah guru berkepribadian profesional, sehingga kehadiran Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) menjadi krusial untuk menjaga standar mutu pembelajaran.

Seleksi dan Persiapan Kompetensi TPP

Sebelum penugasan dimulai, Unesa berkoordinasi dengan LPTK lain untuk memastikan setiap calon TPP telah memenuhi standar kompetensi. Proses seleksi tidak hanya menilai penguasaan materi bidang studi, tetapi juga kemampuan komunikasi, keterampilan kolaborasi, serta kesiapan adaptasi terhadap lingkungan sosial-budaya daerah tujuan.

Mochamad Nursalim, Ketua Tim Program SNT LPTK Unesa, menyatakan bahwa kesiapan TPP merupakan variabel penentu keberhasilan program di lapangan. Tanpa pendamping yang kompeten dan siap secara psikologis, tujuan penguatan kualitas pembelajaran tidak akan tercapai.

Yes Matheos Lasarus Malaikosa, Anggota Tim Seleksi TPP, menambahkan bahwa seluruh pendamping yang dinyatakan lolos telah melewati tahapan seleksi secara utuh. Tidak ada pengecualian atau percepatan dalam proses ini; setiap kandidat harus memenuhi persyaratan sesuai bidang tugas masing-masing sebelum mendapat izin penugasan.

Peran TPP yang Melampaui Ruang Kelas

Tugas TPP dalam kerangka Unesa Perkuat Program Sekolah Nasional tidak berhenti pada pendampingan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Para pendamping juga ditugaskan mendorong pengembangan inovasi pembelajaran, mengintegrasikan teknologi pendidikan ke dalam praktik sehari-hari sekolah, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, orang tua, dan pemangku kepentingan lain di lingkungan satuan pendidikan. Pendekatan holistik ini bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan, bukan sekadar intervensi sementara.

Dengan demikian, Unesa Perkuat Program Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pengiriman tenaga ke sekolah, melainkan sebuah arsitektur perubahan sistemik yang menyentuh kurikulum, metode, dan tata kelola pendidikan di tingkat akar rumput.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program SNT Unesa

Apakah program ini bersifat sementara atau berkelanjutan? Program SNT dirancang sebagai intervensi jangka menengah dengan evaluasi berkala. Keberlanjutan setiap titik sasaran bergantung pada hasil monitoring dan kesiapan sekolah penerima untuk melanjutkan praktik baik tanpa ketergantungan penuh pada TPP.

Bagaimana mekanisme koordinasi antar-LPTK dalam pelaksanaan program? Unesa bertindak sebagai koordinator utama untuk wilayah yang ditugaskan, sementara LPTK lain berkontribusi dalam tahap rekrutmen, pelatihan awal, dan supervisi akademik. Koordinasi dilakukan melalui forum teknis berkala dan laporan progres mingguan.

Apakah TPP menggantikan peran guru tetap di sekolah? Tidak. TPP berfungsi sebagai pendamping dan fasilitator. Guru tetap tetap menjadi pelaksana utama pembelajaran; TPP hadir untuk memperkaya metode, memberikan umpan balik, dan membuka akses terhadap sumber daya pendidikan yang mungkin belum tersedia di sekolah tersebut.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *