𝕏 f WA
Politik

Ijtima Ulama Sarankan Pembenahan PBNU Jelang Muktamar Ke-35, Cak Imin Tekankan NU Harus Kembali jadi Lokomotif Civil Society

Ijtima Ulama Sarankan Pembenahan PBNU Jelang Muktamar Ke-35, Cak Imin Tekankan NU Harus Kembali jadi Lokomotif Civil Society
Foto : David Jackson - nusautama.com

Ijtima Ulama Sarankan Pembenahan PBNU Jelang Muktamar

Nusautama.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, hadir dalam acara Ijtima Ulama yang diselenggarakan di Fairmont Jakarta pada Kamis (23/7). Pertemuan para ulama dan cendekiawan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk Ijtima Ulama Sarankan Pembenahan PBNU sebagai langkah strategis menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur.

Rekomendasi yang dihasilkan mencakup berbagai aspek tata kelola organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Cak Imin menjelaskan bahwa para kiai dan ulama sepakat bahwa PBNU perlu melakukan revitalisasi internal agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Salah satu poin krusial adalah menjaga NU sebagai lokomotif civil society yang mampu memberikan kritik konstruktif kepada pemerintah.

Harapan Besar dari Ijtima Ulama

Forum tertinggi organisasi tersebut diharapkan dapat berjalan dengan bersih dan menghindari berbagai praktik transaksional yang selama ini menjadi perhatian publik. Cak Imin menekankan bahwa momentum pembaruan harus diwujudkan melalui keterbukaan, profesionalisme, serta partisipasi yang melibatkan banyak pihak, termasuk generasi muda dan kalangan profesional.

“Ijtimak ulama meminta agar muktamar di Jombang besok itu muktamar yang betul-betul jauh dari praktik-praktik transaksional. Muktamar harus melibatkan begitu banyak pihak, memberikan peluang bagi anak-anak muda, profesionalisme dan sebagainya serta merumuskan kembali bagaimana ke depan peran Nahdlatul Ulama menjadi kembali lokomotif civil society,” ujarnya.

Selain aspek tata kelola organisasi, Ijtima Ulama juga mengangkat isu-isu strategis nasional. Salah satunya adalah urgensi kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup yang merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan umat Islam. Isu ini menjadi semakin relevan mengingat dampak perubahan iklim yang semakin terasa di berbagai wilayah Indonesia.

“Bagaimana kita memperbaiki hubungan dengan lingkungan, bagaimana kita juga menghentikan pola-pola illegal logging dan lain sebagainya, sehingga muktamar NU ke depan betul-betul harus dipimpin oleh pemimpin yang amanah, profesional, alim, alamah dan juga visioner ke depan,” tuturnya.

Cak Imin juga menegaskan bahwa masa depan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini memiliki keterkaitan langsung dengan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, ia berharap kepemimpinan PBNU di masa mendatang diisi oleh individu yang memiliki integritas tinggi, kapasitas mumpuni, serta visi kebangsaan yang kuat. Pemimpin yang dipilih harus mampu membawa NU ke arah yang lebih progresif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi.

“Bicara soal NU adalah bicara soal Indonesia. Kalau Indonesia ingin baik maka PBNU harus dipimpin oleh orang-orang yang betul-betul paham ke mana Indonesia akan dibawa,” pungkasnya.

Dengan demikian, rekomendasi dari Ijtima Ulama Sarankan Pembenahan PBNU menjadi panduan penting bagi seluruh elemen organisasi. Muktamar ke-35 di Jombang diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi NU sebagai organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Indonesia.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *