Garda Pemuda NasDem Diminta Jadi Fondasi Kepemimpinan Masa Depan
Kongres II dan Perayaan 15 Tahun Organisasi di Jakarta Utara
Nusautama.com – Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menekankan bahwa generasi muda memegang peranan krusial dalam menentukan arah kemajuan negara. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus memelihara dan mengembangkan potensi kaum muda agar mampu berkontribusi optimal.
Ungkapan tersebut disampaikan saat menghadiri Kongres II Garda Pemuda NasDem yang juga memperingati ulang tahun ke-15 organisasi tersebut. Acara berlangsung di Jakarta Utara pada hari Selasa, 21 Juli.
Saan mengingatkan bahwa Indonesia diproyeksikan mengalami bonus demografi pada tahun 2045. Kondisi ini menjadikan generasi muda sebagai penentu utama kebijakan dan perkembangan bangsa ke depan.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi semakin beragam dan kompleks. Perkembangan teknologi disruptif serta dinamika global mengharuskan para pemuda berpikir kritis dan bertindak secara mandiri dalam setiap keputusan.
“Kalau kita ingin mendapatkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan berintegritas, maka kita harus menjaga Garda Pemuda ini agar tetap bersih. Garda Pemuda adalah sumber mata air lahirnya kepemimpinan Partai NasDem. Kalau sumber mata airnya jernih, maka aliran yang dihasilkan juga akan tetap jernih,” kata Saan.
Menurut Saan, masa depan partai sangat bergantung pada kualitas kader muda yang saat ini tergabung dalam Garda Pemuda NasDem. Oleh karena itu, proses kaderisasi harus dimaksimalkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.
Kongres ini diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi secara keseluruhan. Para pemuda NasDem dituntut untuk siap menghadapi persaingan politik yang semakin ketat di masa mendatang.
“Kita ingin pada Pemilu 2029 Partai NasDem berada di posisi tiga besar. Untuk mencapai target itu, harapan terbesar kita ada pada Garda Pemuda Partai NasDem,” ujarnya.
Perjalanan 8 Tahun Organisasi
Sementara itu, Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh, menilai bahwa perjalanan organisasi selama delapan tahun telah dipenuhi berbagai dinamika. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi harus terus berlanjut agar organisasi dapat menjadi motor penggerak perubahan dalam partai.
