Vozinha Nyatakan New Policy Pilih Klub Prioritaskan Prestasi Bukan Kepentingan Pemasaran
New Policy – Penjaga gawang Tim Nasional Tanjung Verde, Vozinha, mengungkapkan New Policy yang menjadi syarat utama dalam memilih klub baru setelah Piala Dunia FIFA 2026. Berbicara tentang keputusan berkarier di tim lain, Vozinha menekankan bahwa ia ingin bergabung dengan klub yang lebih mengutamakan prestasi di lapangan daripada kepentingan pemasaran. Hal ini diungkapkannya dalam wawancara dengan Bein Sports, yang berlangsung pada hari Sabtu (18/7). Sumber berita JawaPos.com melaporkan bahwa Vozinha, seorang pemain berusia 40 tahun, bersikeras menilai sebuah klub berdasarkan kemampuan para pemain, bukan hanya popularitas atau keuntungan finansial.
Keyakinan Vozinha tentang Kualitas Permainan
Menurut Vozinha, popularitas yang ia peroleh selama Piala Dunia FIFA 2026 adalah hasil dari performa di lapangan, bukan faktor utama dalam menentukan keputusan pindah klub. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin dianggap sebagai bintang yang hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan reputasi klub secara komersial. “New Policy saya adalah menilai klub berdasarkan prestasi mereka, bukan citra yang mereka bangun,” kata Vozinha. Ia juga menjelaskan bahwa keputusan ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk memberikan contoh bagi pemain lain yang ingin tetap fokus pada permainan dan kualitas teknik.
Dalam wawancara tersebut, Vozinha menyebutkan bahwa ia telah mengevaluasi beberapa tim yang menawarkan kontrak, termasuk Inter Miami. Namun, ia merasa bahwa klub-klub yang ditawarkan belum sepenuhnya memenuhi New Policy yang ia tetapkan. “Saya mencari klub yang memiliki visi jangka panjang dan menghargai kemampuan pemain, bukan hanya memperoleh popularitas dengan bintang-bintang yang sudah dikenal,” lanjutnya. Pernyataan ini memperkuat keyakinan Vozinha bahwa keberhasilan dalam sepak bola harus didasarkan pada kompetensi, bukan hanya keuntungan pemasaran.
Pengalaman Berharga dalam Piala Dunia FIFA 2026
Vozinha memperlihatkan peran pentingnya dalam Piala Dunia FIFA 2026, di mana ia membantu Tanjung Verde mencapai babak gugur. Prestasi ini menjadi bukti bahwa ia masih mampu bermain di level internasional meski usianya sudah mencapai 40 tahun. Meski demikian, ia tidak tergiyak untuk mengambil keuntungan dari popularitas yang ia dapatkan. “New Policy saya sejak Piala Dunia itu adalah tetap bermain di klub yang serius, bukan hanya sekadar menambahkan nama di iklan,” kata Vozinha. Ia juga menyoroti bahwa keputusan untuk memilih klub baru harus didasarkan pada kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi pada tim, bukan sekadar keuntungan finansial.
Dalam perjalanan kariernya, Vozinha pernah bergabung dengan berbagai klub, termasuk yang terkenal di Eropa. Namun, ia tetap menjaga prinsip bahwa keberhasilan harus diukur dari hasil permainan di lapangan. “Saya ingin menjadi bagian dari klub yang berkomitmen pada peningkatan kualitas, bukan hanya popularitas,” jelas Vozinha. Ia juga mengungkapkan bahwa usia yang semakin lanjut tidak menjadi penghalang untuk tetap berada di level tertinggi. “Saya siap bermain selama satu hingga dua musim lagi, asalkan klub itu benar-benar menghargai kemampuan saya,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa New Policy yang ia ajukan bukan hanya sekadar prinsip pribadi, tetapi juga bagian dari strategi karier jangka panjang.
Vozinha menekankan bahwa New Policy ini memperkuat komitmen untuk tetap fokus pada permainan. Ia menyebutkan bahwa popularitas yang ia dapatkan selama turnamen hanya sebagai alat untuk menarik perhatian, tetapi bukan alasan utama untuk bergabung dengan klub. “Saya ingin bergabung dengan tim yang punya tujuan untuk menang dan berkembang, bukan hanya untuk promosi,” kata Vozinha. Ia juga berharap klub baru bisa memberikan peluang untuk memperkuat tim dan meningkatkan kualitas pertahanan. Performa gemilangnya di Piala Dunia menjadi dasar bagi New Policy yang ia usung, sehingga ia ingin klub baru menghargai nilai teknis dan strategi yang ia bawa.
“New Policy saya sejak Piala Dunia adalah tidak menyerah pada kepentingan pemasaran, tetapi tetap menilai klub dari prestasi mereka,” ujar Vozinha. Pernyataan ini menunjukkan sikap profesional dan keinginan untuk menjadi bagian dari tim yang memiliki visi jangka panjang.
Dalam konteks sepak bola modern, keputusan Vozinha untuk menekankan prestasi dan kualitas permainan bisa menjadi contoh bagi pemain lain yang ingin menghindari praktik komersial berlebihan. New Policy ini juga menyoroti pergeseran prioritas dalam dunia sepak bola, di mana banyak klub mulai mengutamakan sponsor dan media daripada kualitas pemain. Vozinha, yang telah menjadi bintang di Tanjung Verde, ingin membuktikan bahwa keberhasilan seorang pemain tidak hanya bergantung pada popularitas, tetapi juga pada dedikasi dan konsistensi di lapangan. Dengan prinsip ini, ia berharap bisa membangun kariernya secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata kepada klub yang ia pilih.
