Sports

Lahir WGM Baru, Percasi DKI Targetkan Cetak 4 Grandmaster Lewat Kejurda 2026

Lahir WGM Baru, Percasi DKI Targetkan Cetak 4 Grandmaster Lewat Kejurda 2026
Foto : David Taylor - nusautama.com

Lahir WGM Baru, Percasi DKI Targetkan Empat Grandmaster Lewat Kejurda 2026

Nusautama.com – Lahir WGM Baru Percasi DKI Targetkan pembinaan pecatur yang lebih kuat melalui Kejuaraan Daerah Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Turnamen yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menjadi arena kompetisi sekaligus jalur seleksi atlet menuju tingkat nasional.

Sebanyak 420 pecatur dari kelompok usia anak-anak hingga dewasa mengikuti Kejurda tersebut. Percasi DKI Jakarta menyediakan total hadiah Rp100 juta dalam ajang tahunan ini, yang memberi kesempatan kepada atlet untuk mengasah kemampuan melalui pertandingan resmi.

Kejurda Catur DKI Jakarta 2026 juga menjadi dasar pemilihan wakil ibu kota untuk Kejuaraan Nasional Catur ke-51 di Banten pada 23-29 Oktober 2026. DKI Jakarta akan tampil sebagai juara bertahan, sehingga seleksi ini penting untuk menjaga kualitas tim di ajang nasional.

Laysa Latifah Raih Gelar Woman Grandmaster

Momentum Kejurda semakin istimewa dengan pencapaian Laysa Latifah, pecatur DKI Jakarta yang baru meraih gelar Woman Grandmaster atau WGM. Gelar tersebut diperolehnya setelah tampil dalam Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan.

Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth memberikan bonus pembinaan Rp50 juta kepada Laysa. Apresiasi itu diharapkan menjadi penyemangat bagi peserta lain untuk terus mengejar prestasi pada level nasional maupun internasional.

“Saya sangat berbahagia satu atlet dari DKI Jakarta baru saja mengikuti Olimpiade Catur di Uzbekistan, dan langsung meraih gelar Woman Grandmaster (WGM). Saya ingin pamerkan ke seluruh peserta Kejurda ini supaya bisa menjadi motivasi ke depannya dan saya akan berikan hadiah pembinaan Rp50 juta,” ujar Kenneth.

Lahir WGM Baru Percasi DKI Targetkan pencapaian Laysa sebagai contoh nyata bagi pecatur muda Jakarta. Kompetisi daerah dapat menjadi titik awal bagi atlet untuk membangun pengalaman, meningkatkan mental bertanding, dan menapaki jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Target Empat Pemegang Titel Grandmaster dari Jakarta

Kenneth, yang akrab disapa Bang Kent, menyebut gelar WGM Laysa sebagai bagian dari target jangka panjang Percasi DKI Jakarta. Ia ingin Jakarta mampu melahirkan empat pemegang titel Grandmaster, sebagaimana komitmen yang pernah disampaikannya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat pelantikan pengurus.

“Saya pernah berjanji kepada Pak Gubernur Pramono Anung saat pelantikan pengurus Percasi DKI Jakarta lalu, untuk bisa melahirkan 4 titel GM (Grandmaster) dari Jakarta. Sekarang sudah tercapai satu, semoga yang lain bisa termotivasi untuk menyusul Laysa,” kata Kenneth.

Target tersebut menegaskan bahwa Kejurda tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan saat ini. Ajang ini menjadi ruang pemantauan bakat, terutama bagi pemain usia dini yang berpotensi dikembangkan melalui latihan rutin dan pengalaman menghadapi lawan yang beragam.

Lahir WGM Baru Percasi DKI Targetkan pula proses seleksi yang memperkuat keterwakilan Jakarta pada Kejurnas Catur 2026. Kenneth berharap atlet yang lolos memiliki KTP DKI Jakarta atau berdomisili di Jakarta.

“Arah ke depannya memang untuk menuju Kejurnas Catur yang akan berlangsung pada akhir bulan ini. Pemenangnya akan mendapat tiket untuk mengikuti Kejurnas Catur 2026 yang akan berlangsung di Banten nanti. Tapi harapan saya atlet yang lolos seleksi nanti harus yang memiliki KTP DKI Jakarta atau yang berdomisili di Jakarta,” tutur Kenneth.

Kompetisi Rutin Jadi Modal Pembinaan Pecatur

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengapresiasi konsistensi Percasi DKI dalam menggelar pertandingan. Menurutnya, semakin sering atlet bertanding, semakin besar pula peluang lahirnya pemain berprestasi.

“Insyaallah lewat ajang ini nantinya akan lahir pecatur-pecatur andal yang bisa meraih predikat GM seperti Laysa karena memang latihan yang terbaik adalah banyaknya pertandingan yang digelar. Semakin banyak pertandingan digelar semakin terbuka peluang untuk mendapatkan atlet berprestasi,” ungkap Andri.

Bagi pecatur, pertandingan merupakan bagian penting dari proses latihan. Pemain dituntut mengatur waktu, menjaga konsentrasi, membaca strategi lawan, dan mengambil keputusan di bawah tekanan. Melalui Kejurda, Percasi DKI berharap semakin banyak atlet Jakarta siap bersaing di panggung yang lebih tinggi.

FAQ Kejurda Catur DKI Jakarta 2026

Berapa jumlah peserta Kejurda Catur DKI Jakarta 2026?

Kejurda Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 diikuti oleh 420 pecatur dari kategori anak-anak hingga dewasa.

Kapan Kejurnas Catur 2026 digelar?

Kejuaraan Nasional Catur ke-51 dijadwalkan berlangsung di Banten pada 23-29 Oktober 2026.

Apa syarat keterwakilan atlet Jakarta untuk Kejurnas?

Percasi DKI Jakarta berharap atlet yang lolos seleksi memiliki KTP DKI Jakarta atau berdomisili di wilayah Jakarta.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *