Sports

PBSI Siapkan Tiga Kombinasi Baru Ganda Campuran, Dejan/Felisha Debut di Denmark Open

PBSI Siapkan Tiga Kombinasi Baru Ganda Campuran, Dejan/Felisha Debut di Denmark Open
Foto : Christopher Johnson - nusautama.com

PBSI Uji Tiga Racikan Baru di Sektor Ganda Campuran

Nusautama.com – Persiapan menuju rangkaian turnamen internasional Oktober 2026 dimanfaatkan PP PBSI untuk menguji susunan baru pada sektor ganda campuran. Tiga pasangan yang akan mendapat kesempatan tampil adalah Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, serta M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi tim pelatih untuk menemukan komposisi yang paling cocok. Perubahan pasangan tidak semata-mata berorientasi pada hasil cepat, melainkan juga memberi ruang bagi para pemain untuk mengenali pola permainan, komunikasi, dan pembagian peran baru di lapangan.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, menegaskan bahwa proses pencarian formasi terbaik masih berjalan. Karena itu, tiga pasangan tersebut akan diuji melalui pertandingan resmi agar tim pelatih memperoleh gambaran yang lebih utuh.

“Sekarang kami sedang mencari format terbaik untuk sektor ganda campuran. Karena itu, beberapa kombinasi pasangan seperti Dejan Ferdinansyah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu dan M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil akan kami coba,” ujar Nova.

Dejan/Felisha Tampil Perdana di Denmark Open

Perhatian tertuju pada duet Dejan/Felisha yang dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Denmark Open 2026. Turnamen tersebut akan berlangsung pada 13-18 Oktober mendatang dan menjadi kesempatan pertama keduanya tampil sebagai pasangan dalam pertandingan kompetitif.

Sebelum dipasangkan dengan Felisha, Dejan bermain bersama Apriyani Rahayu. Sementara itu, Felisha sebelumnya menjadi partner Jafar Hidayatullah. Penyatuan Dejan dan Felisha menghadirkan tantangan baru karena keduanya harus membangun pemahaman dari awal, termasuk dalam mengatur rotasi serangan, penguasaan area depan net, serta respons ketika berada dalam tekanan lawan.

Denmark Open akan menjadi panggung penting untuk melihat sejauh mana proses adaptasi mereka berkembang. Dalam nomor ganda campuran, kemampuan teknis individu memang penting, tetapi hasil pertandingan kerap ditentukan oleh keselarasan keputusan dalam tempo cepat. Setiap pasangan perlu memahami kecenderungan permainan rekannya agar pola menyerang dan bertahan dapat berjalan lebih efektif.

Penampilan perdana di turnamen besar juga dapat menjadi bahan evaluasi langsung bagi tim pelatih. Hasil laga nantinya tidak hanya dilihat dari kemenangan atau kekalahan, tetapi juga dari konsistensi permainan, kualitas komunikasi, serta kemampuan pasangan mengatasi situasi sulit sepanjang pertandingan.

Nawaf/Indah Memulai Langkah di Malaysia Super 100

Di waktu yang sama, pasangan M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil juga akan menjalani debut kompetitif. Mereka dijadwalkan tampil pada Malaysia Super 100 2026 yang digelar 13-18 Oktober, bertepatan dengan pelaksanaan Denmark Open.

Bagi Nawaf dan Indah, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi kerja sama baru di hadapan lawan-lawan internasional. Turnamen Super 100 dapat menjadi ruang pengujian yang berharga untuk mengukur kesiapan pasangan, terutama dalam menghadapi variasi permainan dari peserta negara lain.

Pengalaman bermain bersama dalam kompetisi resmi akan memberi masukan yang tidak selalu bisa diperoleh dari latihan. Situasi pertandingan menghadirkan tekanan skor, perubahan strategi lawan, dan tuntutan menjaga fokus pada setiap reli. Dari sana, pasangan baru dapat mengetahui bagian permainan mana yang sudah berjalan baik dan aspek apa yang masih perlu diperbaiki.

Kesempatan Sama untuk Semua Pasangan

Selain Dejan/Felisha dan Nawaf/Indah, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu masuk dalam daftar kombinasi yang disiapkan. Kehadiran tiga pasangan baru menunjukkan bahwa PBSI membuka sejumlah opsi dalam proses pembentukan kekuatan ganda campuran Indonesia.

Nova belum ingin menetapkan pasangan mana yang paling menjanjikan sebelum melihat perkembangan mereka di lapangan. Setiap duet akan memperoleh waktu untuk menunjukkan kualitas dan membangun kecocokan dalam rangkaian pertandingan mendatang.

“Kami ingin melihat dulu prosesnya. Jadi, belum bisa menilai pasangan mana yang paling ideal. Semua akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka,” terang Nova.

Pendekatan ini membuat hasil turnamen Oktober menjadi penting sebagai pijakan evaluasi berikutnya. Tim pelatih dapat menilai bagaimana setiap pasangan menjalankan strategi, bereaksi terhadap lawan, dan mempertahankan performa dari satu pertandingan ke pertandingan lain.

Bagi para pemain, pembentukan pasangan baru juga menuntut kesiapan untuk beradaptasi secara cepat. Karakter permainan, kebiasaan saat menerima servis, pilihan pukulan, hingga cara memberi dukungan kepada partner harus diselaraskan. Proses tersebut membutuhkan waktu, sehingga kesempatan bertanding menjadi unsur utama untuk membangun fondasi kerja sama yang kuat.

Dengan Dejan/Felisha dijadwalkan debut di Denmark Open dan Nawaf/Indah memulai kiprah di Malaysia Super 100, Oktober akan menjadi periode awal untuk melihat arah penyegaran sektor ganda campuran Indonesia. Bagas/Apriyani pun tetap menjadi salah satu opsi yang akan dipantau dalam pencarian komposisi terbaik oleh tim pelatih.

Frequently Asked Questions

What is PBSI Siapkan Tiga Kombinasi Baru Ganda?

PBSI Siapkan Tiga Kombinasi Baru Ganda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PBSI Siapkan Tiga Kombinasi Baru Ganda matter?

PBSI Siapkan Tiga Kombinasi Baru Ganda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *