Key Strategy: Surabaya Dorong Camat dan Lurah Buka Hotline Aduan Warga untuk Tingkatkan Responsifitas Pelayanan
Key Strategy – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan strategi utama dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik dengan meminta camat dan lurah di seluruh wilayah kota tersebut membuat hotline khusus untuk menerima aduan warga. Langkah ini bertujuan untuk menekan beban pemerintah kota dan memastikan setiap keluhan masyarakat bisa direspon secara cepat dan tepat, tanpa harus melalui jalur langsung ke dirinya.
Hotline sebagai Solusi Praktis untuk Masalah Lokal
Hotline yang diusulkan Eri Cahyadi diharapkan menjadi alat komunikasi utama antara warga dan pemerintah daerah. Dengan adanya saluran langsung ini, warga dapat mengirimkan laporan tentang berbagai isu seperti parkir liar, pungutan tanpa dasar, tindakan premanisme, hingga penggunaan aset yang melanggar aturan. Menurut Eri, sistem ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengaduan.
“Saya ingin melihat apakah warga berani mengirimkan aduan melalui hotline yang disediakan oleh camat dan lurah. Jika mereka terbiasa menunggu respons dari saya, maka tidak perlu lagi warga datang langsung ke kantor saya,” tutur Eri Cahyadi dalam wawancara terkait kebijakan ini.
Dalam strategi utama ini, Eri menekankan pentingnya partisipasi aktif para camat dan lurah dalam memastikan aduan bisa terpenuhi sesuai kebutuhan warga. Ia juga berharap setiap wilayah memiliki tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan masalah lokal, sehingga mencegah penumpukan laporan ke tingkat pemerintah kota. “Kalau semua aduan hanya masuk ke saya, saya hanya menjabat selama 10 tahun, sementara camat dan lurah pensiunnya bisa sampai usia 60 tahun,” tambah Eri.
Implementasi dan Tujuan Strategi Utama
Menurut Eri, hotline ini akan menjadi bagian dari sistem pelayanan publik yang lebih modern dan terpadu. Dengan adanya saluran langsung, ia berharap setiap laporan warga bisa segera ditindaklanjuti, baik oleh camat maupun lurah yang lebih dekat dengan kondisi lapangan. “Saya yakin, jika camat dan lurah memiliki keberanian untuk menerima aduan secara langsung, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan meningkat drastis,” jelasnya.
Eri Cahyadi juga mengungkapkan bahwa langkah strategi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat program ASRI (Aman, Sehat, Bersih, Rapi) yang telah dicanangkan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada respons cepat terhadap masalah-masalah yang muncul di masyarakat. “Hotline ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah secara terarah,” tegas Eri.
“Saya harap hari ini muncul keberanian dari semua pihak. Kita sebagai bagian dari pemerintah, harus membuktikan bahwa ASRI bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata yang bisa dijalankan di Surabaya,” pungkasnya.
Dalam strategi utama ini, Eri juga mengingatkan bahwa keterlambatan respons bisa menjadi penyebab utama penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus terus berinovasi dalam memperbaiki sistem pelayanan, termasuk dengan memberikan wewenang lebih besar kepada camat dan lurah. “Jika mereka tidak pernah memiliki rasa sayang dan kesadaran terhadap kebutuhan warga, maka hasilnya akan kurang maksimal,” ujarnya.
Adapun, implementasi hotline ini diharapkan bisa berjalan secara terstruktur. Eri menyebutkan bahwa seluruh camat dan lurah akan diberikan pelatihan dan alat pendukung untuk memastikan proses pengaduan berjalan efektif. Ia juga berharap warga lebih aktif dalam menggunakan saluran ini, sehingga pemerintah bisa mendapatkan masukan langsung dan terus memperbaiki kebijakan. “Key Strategy ini adalah langkah awal untuk menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan berpartisipasi,” katanya.
