Pemkot Surabaya Perbaiki Parkir Makam Keputih
Nusautama.com – Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik melalui program modernisasi fasilitas umum. Salah satu langkah strategis yang diinisiasi oleh Pemkot Surabaya Benahi Parkir Makam Keputih adalah perbaikan sistem pengelolaan area parkir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Tindakan ini diambil setelah adanya laporan mengenai tarif parkir yang melebihi batas resmi sebesar Rp 5.000 di kawasan makam bersejarah tersebut.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara langsung merespons permasalahan ini dengan mengumumkan rencana pemasangan portal atau sistem gate beserta kamera pengawas CCTV. Fasilitas baru ini dirancang untuk mengawasi aktivitas parkir secara lebih ketat dan transparan. Selain itu, pengunjung kini memiliki opsi pembayaran yang lebih fleksibel, tidak hanya secara tunai, tetapi juga menggunakan kartu elektronik e-toll maupun teknologi QRIS yang semakin populer.
“Jadi ada laporan terkait parkir di area Makam Keputih. Insyaallah ke depan sudah tidak ada lagi tarif parkir yang melebihi Rp 5.000. Warga juga mengeluh katanya di Makam Keputih kok belum parkir digital,” ujarnya, Kamis (22/7).
Implementasi Sistem Portal dan Pengawasan
Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh tim terkait, pengelolaan parkir di kawasan Makam Keputih selama ini memang diserahkan kepada warga sekitar. Melihat kondisi tersebut, Eri Cahyadi memerintahkan Dinas Perhubungan bersama Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan secara intensif. Tujuan utamanya adalah memastikan penarikan tarif sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mencegah terjadinya pungutan liar yang merugikan pengunjung.
Pemkot Surabaya juga berencana memasang portal di kedua pintu masuk kawasan makam sebagai bagian dari upaya modernisasi. Sistem ini akan didukung oleh kamera CCTV sebagai instrumen pengawasan tambahan yang efektif. Eri menegaskan bahwa ia tidak menginginkan adanya lagi laporan dari masyarakat soal pembayaran parkir yang melebihi batas yang telah ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih tenang saat berziarah ke makam favorit mereka.
“Saya tidak ingin ada lagi laporan atau keluhan bahwa ada yang menarik uang parkir lebih dari Rp 5.000. Kami juga akan memasang CCTV. Yang kedua, akan diterapkan sistem portal (gate system),” imbuhnya.
Pemilihan sistem portal bertujuan untuk menciptakan pengelolaan parkir yang lebih transparan dan terukur. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat memperoleh kepastian mengenai besaran tarif yang harus dibayarkan setiap kali kendaraan keluar-masuk kawasan makam. Seluruh proses transaksi serta aktivitas kendaraan akan tercatat secara terbuka, sehingga meminimalisir potensi kecurangan.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah praktik pungutan berlebih sekaligus meningkatkan pengawasan secara menyeluruh. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa dengan sistem portal, semuanya akan berjalan terbuka dan transparan. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan tarif parkir yang tidak jelas atau berubah-ubah sesuai keinginan petugas.
“Sekarang saya tata dan saya buat sistem portal agar semuanya terbuka dan transparan, sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang berziarah ke Makam Keputih merasa dikenai tarif parkir melebihi ketentuan,” kata Eri.
Program perbaikan ini merupakan bagian dari visi Pemkot Surabaya untuk menciptakan kota yang lebih nyaman dan modern. Dengan adanya sistem parkir digital dan portal otomatis, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari inovasi yang diterapkan oleh pemerintah kota dalam mengelola fasilitas umum secara profesional.
Ke depannya, Pemkot Surabaya Benahi Parkir Makam Keputih akan terus memantau efektivitas sistem baru yang telah diterapkan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan manfaat optimal dari perubahan ini. Dengan demikian, kawasan Makam Keputih akan menjadi contoh keberhasilan modernisasi fasilitas publik di Surabaya.
