Embun Upas Dieng Sedot Wisatawan di Musim Kemarau
Nusautama.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa Embun Upas Dieng Sedot Wisatawan terjadi akibat pendinginan radiasi yang intensif pada malam hari selama musim kemarau. Kondisi langit cerah, udara kering, serta minimnya awan menyebabkan panas permukaan bumi cepat hilang ke atmosfer. Akibatnya, suhu di dekat permukaan tanah turun drastis hingga membentuk lapisan kristal es tipis yang memikat para pengunjung.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa kondisi suhu dingin pada musim kemarau merupakan hal yang wajar di Indonesia, khususnya di dataran tinggi. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, namun harus memahami karakteristik cuaca agar bisa beraktivitas dengan aman. Fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Daya Tarik Wisata Embun Upas di Dieng
Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah kembali ramai dikunjungi wisatawan saat musim kemarau tiba. Fenomena embun upas atau bun upas yang menyelimuti kawasan Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, menjadi daya tarik utama. Pemandangan lapisan es tipis ini menyerupai salju di kawasan tropis Indonesia, menciptakan suasana yang unik dan berbeda dari destinasi wisata lainnya.
Embun upas selalu menjadi momen yang ditunggu wisatawan setiap musim kemarau, ujar Irene Janti, Brand & Marketing Director Ascott Indonesia. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan pada pagi hari.
Menurut Irene, meningkatnya minat wisata juga berdampak pada kebutuhan akomodasi di sekitar Banjarnegara dan Dieng. Data pariwisata Banjarnegara menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan selama musim embun upas. Pada 2023, rata-rata kunjungan bulanan naik sekitar 16,6 persen dibandingkan periode nonmusim. Kenaikan berlanjut menjadi 33,8 persen pada 2024 dan mencapai 84,1 persen pada 2025, meski sebagian data 2025 menggunakan metode imputasi.
Waktu terbaik menikmati fenomena ini adalah setelah subuh hingga sekitar pukul 06.00 WIB sebelum sinar matahari mencairkan lapisan es. Periode kemunculannya umumnya berlangsung pada Juni hingga September, ketika suhu malam hari mencapai titik terendah. Wisatawan disarankan untuk membawa pakaian hangat dan kamera untuk mengabadikan momen indah tersebut.
Di kawasan Dieng Kulon, embun upas paling mudah dijumpai di sekitar Kompleks Candi Arjuna dan lahan pertanian kentang. Meski menjadi daya tarik wisata, embun beku tersebut dapat merusak tanaman kentang muda sehingga petani perlu meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena alam memiliki dampak positif maupun negatif bagi masyarakat setempat.
Sebagian besar wisatawan datang untuk perjalanan sehari. Namun, sekitar sepertiga pengunjung memilih menginap agar dapat berburu matahari terbit dan embun upas pada pagi hari. Salah satu tamu FOX Harris Hotel & Conventions di Banjarnegara, Sher, mengaku puas dengan pengalaman menginapnya. “Kamarnya luas, bersih, dan nyaman sehingga perjalanan ke Dieng terasa lebih menyenangkan,” tulisnya dalam ulasan di TripAdvisor.
Tips Menikmati Embun Upas di Dieng
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, wisatawan disarankan datang pada pagi hari sebelum pukul 07.00 WIB. Bawa jaket tebal atau sweater karena suhu bisa mencapai titik beku. Jangan lupa membawa kamera dengan baterai cadangan karena cuaca dingin dapat menguras daya baterai lebih cepat. Selain itu, pastikan kendaraan dalam kondisi baik karena jalan menuju Dieng cukup menanjak dan licin saat pagi hari.
FAQ tentang Embun Upas di Dieng
Kapan waktu terbaik melihat embun upas di Dieng? Waktu terbaik adalah antara pukul 04.00 hingga 06.00 WIB, terutama pada bulan Juni hingga September.
Apakah embun upas bisa dilihat setiap hari? Tidak selalu. Embun upas muncul ketika kondisi cuaca mendukung, yaitu langit cerah, udara kering, dan suhu malam yang cukup dingin.
Bagaimana cara menuju lokasi embun upas terbaik? Lokasi terbaik berada di sekitar Kompleks Candi Arjuna dan lahan pertanian kentang di Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara.
Apakah embun upas berbahaya bagi kesehatan? Tidak berbahaya. Namun, wisatawan disarankan untuk menjaga tubuh tetap hangat dan menghindari paparan langsung terlalu lama saat embun masih segar.
