Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp 100 Juta untuk Keluarga Satpam yang Tewas di Jatiluhur
Nusautama.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp 100 juta kepada keluarga almarhum Sumarna. Pria berusia 40 tahun ini merupakan seorang petugas keamanan yang menjadi korban pembunuhan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Bantuan yang diberikan Dedi Mulyadi ini dikhususkan untuk memperbaiki kondisi hunian keluarga korban agar lebih layak dan nyaman untuk ditinggali.
Penyerahan bantuan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadi Gubernur Jawa Barat. Dalam rekaman yang dibagikan tersebut, terlihat jelas Dedi Mulyadi menyerahkan buku tabungan kepada istri korban. Ia menegaskan dengan tegas bahwa seluruh nominal Rp 100 juta tersebut memang diperuntukkan khusus untuk renovasi rumah keluarga korban.
Perintah Renovasi Menyeluruh
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga memberikan arahan agar perbaikan rumah dilakukan secara menyeluruh. Ia menyebutkan bahwa mulai dari kamar tidur, kamar mandi, hingga area dapur harus diperbaiki dengan baik. Gubernur Jawa Barat tersebut juga menyarankan penambahan fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan dan lemari penyimpanan agar hunian lebih nyaman untuk ditinggali.
“Perbaiki ya. Pasang AC di kamarnya, pasang lemari, toiletnya dibenerin, tempat cuci piring dapurnya dibenerin, rumahnya dirapikan jangan berantakan,” pesannya.
Selain bantuan material, Dedi juga menyampaikan motivasi kepada anak-anak korban. Ia berpesan agar mereka terus melanjutkan studi hingga jenjang perguruan tinggi. Menurut Dedi, pendidikan merupakan modal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Dia juga mendoakan almarhum Sumarna agar amal ibadahnya diterima, dosanya diampuni, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dedi berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kecukupan rezeki dan kekuatan dalam menjalani kehidupan tanpa sang kepala keluarga.
Kronologi Kasus Pembunuhan
Kasus pembunuhan ini bermula ketika Sumarna ditemukan mengambang di perairan kawasan Tanggul Kayat, Kampung Kembang Kuning, Purwakarta pada Jumat pagi, 24 Juli. Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal, korban diketahui sempat menegur sekelompok orang yang sedang melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut.
Dugaan tersebut menguat setelah beredarnya rekaman status WhatsApp yang diduga diunggah oleh Sumarna beberapa saat sebelum kejadian tragis terjadi. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut petugas keamanan yang bertugas menjaga objek vital di wilayah Purwakarta.
Gambar: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2026).
