Minibus Peziarah Tercebur di Lumajang, Sopir Mengantuk
Nusautama.com – Sabtu pagi yang seharusnya tenang berubah menjadi momen menegangkan bagi para peziarah. Minibus Rombongan Peziarah Tercebur di Lumajang menjadi berita yang ramai dibicarakan setelah sebuah minibus yang mengangkut rombongan ziarah wali mengalami kecelakaan di Desa Kalipepe. Insiden ini terjadi pada Minggu (2/8) pagi, ketika lima unit minibus sedang dalam perjalanan pulang dari Surabaya menuju Jember. Kendaraan yang menabrak tiang dan akhirnya terjun ke Sungai Bondoyudo tersebut berada di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Belasan peziarah asal Jember sempat terjebak di dalam kendaraan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga sekitar.
Kondisi Jalan Berkabut Menjadi Pemicu Kecelakaan
Brigadir Fendyk dari Satlantas Polres Lumajang mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan penyebab utama kecelakaan adalah pengemudi yang tertidur. Saiful Bahri, sang pengemudi yang merupakan warga Kecamatan Yosowilangun, sedang mengemudikan minibus dengan nomor polisi KT-7668-K. Saat melintasi jalan yang diselimuti kabut tebal, kondisi mengantuk membuat ia kehilangan kendali atas kendaraan. Minibus tersebut kemudian oleng ke arah kanan, menabrak tiang listrik, dan akhirnya tercebur ke dalam sungai yang berada di tepi jalan.
Saiful menjelaskan bahwa jarak pandang saat itu sangat terbatas karena kabut yang menyelimuti jalan. Ia mengaku tidak menyadari bahwa kondisi mengantuk mulai menyerang saat mengemudi. Rombongan yang terdiri dari 19 orang tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan ziarah ke beberapa tempat suci di Surabaya. Kabut tebal yang menyelimuti jalan membuat Saiful kesulitan melihat kondisi jalan di depannya, sehingga ia tidak sempat bereaksi ketika minibus mulai oleng.
“Kabutnya tebal, nggak kelihatan (jalannya), alhamdulillah masih selamat (semua penumpang),” ujar Saiful Bahri saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga Berjibaku Membebaskan Penumpang Terjebak
Hartono, seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, menceritakan kronologi yang terjadi setelah minibus tercebur ke sungai. Para peziarah sempat terjebak di dalam minibus selama kurang lebih 10 menit. Warga sekitar yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan karena pintu kendaraan ternyata macet dan tidak bisa dibuka dari dalam. Mereka kemudian menjebol pintu untuk membebaskan para penumpang yang terjebak.
“Warga kaget kok gak ada yang keluar, ternyata pintunya macet jadi tadi dijebol sama orang-orang,” terang Hartono.
Proses evakuasi berjalan lancar berkat bantuan warga yang sigap. Para peziarah berhasil dikeluarkan satu per satu dari dalam minibus yang sudah terendam air sungai. Tidak ada yang mengalami luka serius, meskipun beberapa penumpang merasa kaget dan sedikit terkejut dengan kejadian tersebut. Minibus yang mengalami kecelakaan tersebut kemudian berhasil ditarik keluar dari sungai oleh warga menggunakan tali dan bantuan traktor.
Semua Penumpang Selamat dan Dipulangkan
Brigadir Fendyk memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Semua penumpang telah dipulangkan ke rumah masing-masing di Kecamatan Kencong, Jember. Pengemudi Saiful sempat mendapatkan perawatan medis di lokasi kejadian, namun kemudian juga diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan stabil. Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi para pengemudi untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalan yang diselimuti kabut.
“Korban tidak ada, tadi penumpang juga langsung pulang, sopirnya sempat dirawat, tetapi barusan sudah boleh pulang,” kata Fendyk.
Insiden Minibus Rombongan Peziarah Tercebur di Lumajang ini menjadi perhatian masyarakat setempat. Para peziarah yang mengalami kejadian tersebut kini telah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pengemudi minibus yang sering melintasi jalan tersebut, terutama pada pagi hari ketika kabut masih menyelimuti kawasan Yosowilangun dan sekitarnya.
